Target 20 Persen! Batam Incar 'Kue' Selat Malaka hingga 2027
Suasana sibuk di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, yang dipadati tumpukan ratusan kontainer logistik. Jalur perdagangan ini menjadi pintu masuk utama arus barang dari Selat Malaka. Kepala BP Batam menargetkan peningkatan pangsa pasar dari 10 persen menjadi 20 persen, dan infrastruktur pelabuhan seperti ini dinilai sebagai kunci untuk merebut peluang tersebut.
Batam, Batamnews – Wali Kota dan juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, memasang target ambisius untuk merebut porsi yang lebih besar dari arus perdagangan dunia yang melintasi Selat Malaka. Saat ini, jalur perairan tersibuk di dunia itu menjadi magnet bagi kapal-kapal logistik yang melintas setiap hari.
Amsakar ingin Batam tidak hanya menjadi penonton. Ia menyatakan, peningkatan target pangsa pasar dari saat ini yang baru mencapai 10 persen menjadi 20 persen ke depan, bukanlah hal mustahil.
"Ini pusat lalu lintas perdagangan yang cukup padat, ada Selat Malaka di sini. Kita harapkan tidak hanya tumbuh seperti yang saya sampaikan 10 persen, ke depan Batam bisa mengambil sampai 20-an persen bila perlu," ujarnya di Batam, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Amsakar, posisi geografis dan geostrategis Batam yang berada tepat di jalur perdagangan internasional menjadi modal utama. Namun, ada satu faktor lain yang dinilai justru mengungkit daya saing Batam, yaitu kedekatannya dengan Singapura. Kehadiran negara kota tersebut, kata dia, justru menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.
"Nah, jadi posisi geografis dan geostrategis Batam yang berada pada jalur perdagangan internasional dan kehadiran Singapura, ini justru mengungkit. Saya yakin ini penanaman modal dalam negeri kita tumbuh dasar," tegasnya.
Meski optimistis, Amsakar menyadari bahwa ambisi besar itu harus didukung oleh infrastruktur yang mumpuni. Ia menekankan, kunci utama untuk menarik kapal-kapal besar adalah ketersediaan pelabuhan dengan standar internasional.
Ia menyebut, saat ini pemerintah memiliki rencana pembangunan pelabuhan baru yang lebih besar dari kapasitas Pelabuhan Batu Ampar yang ada sekarang. Jika rencana itu terealisasi, Amsakar meyakini Batam akan mampu menampung lebih banyak arus logistik dan benar-benar memaksimalkan potensi Selat Malaka.
Baca juga: Investasi Batam Melonjak 72,83 Persen, Amsakar: Reformasi Perizinan Jadi Kunci Kepercayaan Investor
"Kalau ada rencana pemerintah untuk membangun pelabuhan yang berstandar lebih besar dari Batu Ampar hari ini, tentu saja kita harapkan dapat mengambil manfaat itu," imbuhnya.

Komentar Via Facebook :