Investor Asing Ngantri di Bintan, KEK Galang Batang Minta Perluasan 2.600 Hektare demi Ekspor Alumina

Investor Asing Ngantri di Bintan, KEK Galang Batang Minta Perluasan 2.600 Hektare demi Ekspor Alumina

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan.

Nurjali

Jakarta, Batamnews – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan minat investor asing untuk menanamkan modal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia sangat tinggi, bahkan hingga mengantre dan meminta perluasan lahan di tiga kawasan utama.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa tiga KEK manufaktur terbesar Gresik, Kendal, dan Galang Batang di Bintan telah mengajukan tambahan lahan rata-rata dua kali lipat dari luas saat ini. 

Hal ini disampaikannya usai bertemu awak pers di gedung Kemenko Ekonomi, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Baca juga: 2 Bulan Tunggu HPM Baru, Pengusaha Pasir Kuarsa Kepri: Dunia Usaha Tak Bisa Hidup dalam Ketidakpastian

"Investasi yang ada sudah penuh dan investor asing yang mau datang itu ngantri. Ini faktanya tiga KEK terbesar manufaktur mengajukan perluasan lahan rata-rata dua kali lipatnya lagi," ujar Susi, sapaan akrabnya.

Potensi nilai investasi dari perluasan ketiga kawasan tersebut diperkirakan mencapai Rp557 triliun. Angka itu merupakan nilai ultimate atau jangka panjang, bukan investasi yang akan masuk dalam waktu dekat.

Rincian kebutuhan lahan yang diajukan para investor adalah sebagai berikut:

  • KEK Gresik meminta tambahan sekitar 1.200 hektare
  • KEK Kendal mengajukan tambahan 1.000 hektare
  • KEK Galang Batang (Bintan) membutuhkan tambahan 2.600 hektare

Menurut Susi, tingginya permintaan perluasan ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap iklim investasi di Indonesia tetap kuat.

Selain tiga KEK di Pulau Jawa, Susi menambahkan bahwa kawasan ekonomi khusus di luar Jawa juga menunjukkan kemajuan signifikan dan terus diburu investor.

"Kalau yang bicara luar Jawa yang progresnya sangat bagus ya Galang Batang di Bintan. Kemudian ada KEK Sei Mangkei di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Di situ Unilever Global membuat investasi yang sangat besar. Bulan depan mereka akan ground breaking satu program baru," ungkapnya.

Susi menjelaskan, KEK Sei Mangkei kini dijadikan sebagai hub untuk global value chain Unilever Global dan akan diresmikan bulan depan.

Sementara itu, KEK Galang Batang di Kepulauan Bintan disebut mampu menghasilkan ekspor alumina lebih dari dua juta ton. Ada pula KEK Nongsa Digital Park yang menjadi rumah bagi hampir semua pusat data (data center) besar di Indonesia.

Baca juga: Baru 3 Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Mengundurkan Diri

Rencana perluasan KEK Kendal juga dikonfirmasi langsung oleh Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin, 6 Juli 2026. 

PM Wong menyebut kawasan Kendal Industrial Park yang merupakan hasil kerja sama Sembcorp dan Jababeka itu kini telah mencapai kapasitas penuh.

"Kawasan itu kini telah mencapai kapasitas penuh dan akan diperluas hingga 1.000 hektare. Perluasan tersebut akan mendorong investasi baru, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia," jelas Wong.

Pemerintah pun optimistis langkah perluasan ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi manufaktur dan industri strategis di kawasan Asia Tenggara.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :