Data SPMB Diduga Bocor, Kadiskominfo Batam: Orang Tua Tak Perlu Panik, Pendaftaran Tetap Aman
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan.
Batam, Batamnews — Isu kebocoran data pada sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Batam menuai perhatian. Namun, Pemerintah Kota Batam meminta masyarakat, khususnya orang tua calon siswa, untuk tidak panik dan tetap melanjutkan proses pendaftaran.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyampaikan permintaan itu kepada media, Rabu, 17 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini sistem pendaftaran SPMB berjalan normal dan aman.
"Kita berharap orang tua siswa tidak gamang dan khawatir berlebihan. Teruskan saja pendaftaran anak-anaknya sembari kami menyelesaikan permasalahan ini," ujar Rudi.
Baca juga: Peneliti Anonymous Sudah Peringatkan Celah SPMB Batam Sepekan Sebelum Data Diduga Bocor
Rudi menjelaskan, dugaan kebocoran data tersebut masih belum bisa dipastikan kebenarannya. Pihaknya menduga tindakan itu dilakukan oleh orang terlatih. Karena itu, Pemkot Batam langsung merespons dengan menerjunkan tim ahli.
"Jadi gini, itu kan masih dugaan, belum bisa dipastikan apakah data tersebut sudah diambil. Karena itu pekerjaan orang terlatih, jadi kita respon dengan orang terlatih juga. Kita punya tim terpadu, tim siber yang bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," jelas Rudi.
Sejak awal kejadian, Kominfo Batam yang memiliki akses langsung ke BSSN telah melakukan koordinasi cepat. Tim terpadu kini tengah melacak alamat IP pelaku untuk mengetahui lokasi dan asal serangan, apakah dari luar Batam atau dari luar negeri.
Langkah mitigasi juga segera dilakukan bersama Dinas Pendidikan selaku pengelola SPMB. Rudi menyebut sempat tercatat 14 kali percobaan peretasan terhadap aplikasi tersebut, namun akhirnya berhasil ditangani.
Menyikapi kabar bocornya sekitar 1.400 data, Pemkot Batam bergerak cepat melakukan langkah preventif. Rudi mengatakan pihaknya akan menyurati berbagai instansi strategis, seperti perbankan, dinas kependudukan, hingga kantor pajak, agar meningkatkan kewaspadaan.
"Kita dari Pemkot akan menyurati seluruh instansi yang berkaitan. Kita sampaikan bahwa data orang-orang ini sementara diduga telah diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika ada permintaan transaksi, permohonan informasi, atau usulan apa pun yang menghasilkan transaksi keuangan, instansi tersebut wajib melakukan verifikasi atau kroscek ulang langsung ke yang bersangkutan," tegasnya.
Rudi menambahkan, sistem keamanan data milik Pemkot Batam sebenarnya termasuk salah satu yang terbaik di Provinsi Kepulauan Riau. Namun, tingginya intensitas lalu lintas data pada aplikasi SPMB selama musim pendaftaran menjadikannya sasaran gangguan siber.
Baca juga: Data SPMB Batam Diduga Bocor 1.495 Dokumen, Pemkot Kerja Sama dengan BSSN Lacak Peretas
"Kalau data kita itu sangat baik, kita terbaik di Provinsi Kepri. Cuma ada aplikasi tertentu yang dengan intensitas SPMB yang cukup banyak, sehingga diganggu. Apakah tujuannya untuk membuat kehebohan atau hal lainnya, itu belum kita ketahui," pungkas Rudi.
Pemkot Batam memastikan sistem SPMB saat ini sudah kembali kondusif setelah dilakukan pembersihan dan penguatan keamanan. Masyarakat diimbau tetap mengakses layanan resmi pendaftaran dan tidak perlu merasa cemas.
Komentar Via Facebook :