Baru Diperbaiki, Aspal Bergelombang Kembali Muncul di Jalur Menuju Jembatan Seladi

Baru Diperbaiki, Aspal Bergelombang Kembali Muncul di Jalur Menuju Jembatan Seladi

Kondisi infrastruktur jalan raya di Kota Batam kembali menuai keluhan dari masyarakat. Akses jalan Gajah Mada, tepatnya jalur utama yang menuju ke arah Jembatan Seladi, dilaporkan kembali mengalami kerusakan berupa kontur permukaan yang bergelombang dan tidak rata. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Kondisi infrastruktur jalan raya di Kota Batam kembali menuai keluhan dari masyarakat. Akses jalan Gajah Mada, tepatnya jalur utama yang menuju ke arah Jembatan Seladi, dilaporkan kembali mengalami kerusakan berupa kontur permukaan yang bergelombang dan tidak rata.

Padahal, ruas jalan strategis yang menghubungkan antarwilayah ini diketahui telah berulang kali mendapatkan penanganan dan perbaikan oleh pihak BP Batam.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, titik kerusakan berupa aspal yang bergelombang dan berbukit-bukit kecil tersebut berada tepat di area transisi setelah pengerjaan beton.

Kondisi ini dinilai sangat mengecoh, lantaran kerusakan jalan tersebut tidak tampak jelas secara visual dari kejauhan, khususnya bagi para pengendara yang datang dari arah Tiban menuju Jembatan Seladi. 

Akibat buruknya kontur aspal ini, potensi kecelakaan lalu lintas bagi kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan meningkat drastis.

Keluhan serius diutarakan oleh Ian, salah seorang warga Batuaji yang kerap melintasi jalur tersebut setiap harinya. Ia mengaku sangat terkejut dan menyayangkan kondisi jalan yang seolah dibiarkan tanpa adanya rambu peringatan dini bagi pengguna jalan yang melintas.

"Sangat kaget sewaktu lewat sini, karena dari kejauhan jalannya tidak terlihat kalau bergelombang. Apalagi posisinya berada di jalur dari arah mau ke Tiban. Sesampainya di sambungan jalan yang ditambal itu, kalau kita berkendara agak ngebut, dampaknya sangat berbahaya sekali," ujarnya.

Pengendara lain juga mengkhawatirkan keselamatan pada malam hari atau saat kondisi hujan deras, mengingat posisi gelombang jalan tersebut berada di area transisi visual. 

Struktur jalan yang naik-turun secara mendadak akibat tambalan yang kurang rata dituding menjadi penyebab utama kendaraan berisiko kehilangan keseimbangan jika dipacu dalam kecepatan tinggi.

Menanggapi keluhan yang semakin meluas dari masyarakat, pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam angkat bicara terkait masalah yang terus berulang di ruas Jalan Gajah Mada tersebut. Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan telah menurunkan tim teknis ke lokasi untuk merespons situasi tersebut.

"Saat ini tim teknis sedang melakukan penelitian kembali dengan memasang alat monitoring khusus di titik-titik jalan yang bergelombang tersebut untuk melihat pergerakan strukturnya," ungkap Mouris Limanto.

Mouris menjelaskan lebih lanjut mengenai indikasi awal yang menyebabkan aspal di kawasan Seladi tersebut terus-menerus mengalami deformasi meskipun baru saja diperbaiki. Dugaan sementara tim teknis merujuk pada faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah Batam dalam beberapa waktu terakhir.

"Dugaan sementara penyebab utamanya adalah akibat intensitas curah hujan buatan yang beberapa waktu belakangan ini turun sangat deras di sekitar lokasi tersebut, sehingga mempengaruhi kepadatan atau lapisan tanah di bawah aspal. Namun, untuk kepastian penyebabnya, kajian final secara komprehensif saat ini masih menunggu hasil dari tim konsultan ahli,"pungkas Mouris.

Hingga berita ini diturunkan, para pengendara yang hendak melintasi kawasan Gajah Mada menuju Jembatan Seladi maupun arah Tiban dihimbau untuk senantiasa menurunkan laju kecepatan kendaraannya dan meningkatkan kewaspadaan guna menghindari risiko kecelakaan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :