Hati-Hati! Kebiasaan Tidur Lampu Menyala Ternyata Tingkatkan Hormon Stres dan Risiko Jantung

Hati-Hati! Kebiasaan Tidur Lampu Menyala Ternyata Tingkatkan Hormon Stres dan Risiko Jantung

ilustrasi (freepik)

Nurjali

Batam, Batamnews – Banyak orang merasa nyaman tidur dengan lampu kamar tetap menyala. Namun, kebiasaan yang dianggap sepele ini ternyata menyimpan sejumlah risiko bagi kesehatan tubuh.

Jika Anda sering melakukannya, waspadalah. Pasalnya, paparan cahaya saat tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon.

Dilansir dari dari Health. Tidu dengan lampu menyala berkaitan dengan hormon melatonin. Cahaya bisa menghambat produksi melatonin—hormon yang bertugas mengatur siklus tidur dan bangun seseorang.

Baca juga: Resmi Diakui Dunia! Taruna Ikrar: Jangan Lagi Pandang Jamu sebagai Barang Kuno

"Cahaya bisa ngehambat produksi melatonin. Padahal, hormon ini ngatur siklus tidur-bangun kita," tulisnya.

Tak hanya lampu kamar, cahaya dari layar ponsel atau gawai juga memberikan efek serupa. Ketika produksi melatonin terganggu, dampaknya bisa berlanjut pada peningkatan hormon stres yang disebut kortisol.

"Melatonin yang keganggu bisa naikin hormon stres, alias kortisol," ujarnya.

Peningkatan kadar kortisol pada waktu yang tidak semestinya, menurut Rizal, berpotensi memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Selain hormon, tidur di ruangan terang juga bisa mengganggu fase REM (Rapid Eye Movement). Fase ini penting untuk proses pemulihan tubuh dan otak.

Akibatnya, seseorang bisa tetap merasa lelah meski sudah tidur cukup lama. Tubuh terasa pegal dan rasa lelah tak kunjung hilang saat bangun tidur.

"Cahaya juga bisa disrupt tidur REM kita. Makanya kebanyakan kalau tidurnya lampu nyala jadi nggak restoratif. Alias bangunnya malah nggak seger atau pegal-pegal," jelasnya.

Kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh berapa lama Anda tidur, tetapi juga oleh kondisi lingkungan saat beristirahat. Ruangan yang gelap membantu tubuh menjalankan proses biologisnya secara lebih optimal.

Tidur malam yang berkualitas penting untuk merevitalisasi pikiran dan tubuh, serta mempersiapkan Anda tampil maksimal keesokan harinya.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, para peneliti mendefinisikan tidur malam yang baik dari segi kuantitas (tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak) dan kualitas (cepat tertidur dan tetap tertidur).

Sayangnya, masih banyak orang yang terjaga terlalu lama di malam hari. Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan, lebih dari sepertiga orang dewasa di Amerika Serikat tidak cukup tidur. Bahkan, 14,5 persen mengalami kesulitan tidur dan 17,8 persen kesulitan untuk tetap tertidur.

Dari situlah muncul konsep sleep hygiene serangkaian rutinitas yang membantu Anda mendapatkan tidur lebih berkualitas. Tidur yang cukup memungkinkan tubuh mengalami perbaikan fisik, peningkatan sistem kekebalan, serta pembaruan emosional dan kognitif.

Rekomendasi ahli menekankan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Sebuah pernyataan konsensus National Sleep Foundation tahun 2023 menyebutkan bahwa setelah seminggu kurang tidur, tidur nyenyak di akhir pekan bisa membantu "membayar" utang tidur tersebut.

Baca juga: Rata-rata 19 Hari: Pekerja Singapura Paling Banyak Ambil Cuti Berbayat se-Asia Pasifik

Tips Tidur Lebih Nyenyak:

  1. Kurangi kebisingan. Gunakan tirai dan karpet tebal untuk menyerap suara. Rekaman suara menenangkan seperti hujan bisa menutupi kebisingan luar.
  2. Minimalkan cahaya. Pasang tirai gelap jika lampu luar menyinari kamar tidur.
  3. Ganti kasur dan bantal jika sudah usang atau tidak nyaman.
  4. Jaga suhu ruangan tetap sedikit sejuk. Kebanyakan orang tidur lebih nyenyak di ruangan dingin.
  5. Gunakan kamar tidur hanya untuk tidur. Jangan bekerja, nonton, atau makan di kasur.
  6. Minta anak-anak dan hewan peliharaan tidur di tempat lain.
  7. Simpan perangkat elektronik dan barang-barang terkait pekerjaan di ruangan lain.

Dengan lingkungan tidur yang gelap, tenang, dan nyaman, tubuh bisa beristirahat dengan optimal. Jadi, mulai sekarang, pertimbangkan kembali kebiasaan tidur dengan lampu menyala.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :