BMKG Ungkap Hujan di Batam Berasal dari Teknologi Modifikasi Cuaca, Berlangsung hingga Akhir Mei
19 Bus yang baru diluncurkan Pemerintah Kota Batam, diguyur hujan buatan dari BMKG yang bekerjasama dengan BP Batam, Selasa 26 Mei 2026. (Foto: Jamaluddin/Batamnews)
Batam, Batamnews – Hujan yang mengguyur Kota Batam pada Selasa (26/5/2026) ternyata merupakan bagian dari operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan yang saat ini masih berlangsung di wilayah Batam.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, membenarkan hal tersebut. Menurut Ramlan, operasi TMC telah dimulai sejak 15 Mei 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 31 Mei 2026 mendatang.
“Benar, hujan yang terjadi hari ini merupakan bagian dari operasi modifikasi cuaca yang sedang dilakukan di Batam,” ujarnya.
Operasi modifikasi cuaca itu dilakukan oleh BP Batam bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika serta AirNav Indonesia. Program tersebut bertujuan menjaga ketersediaan air baku di waduk-waduk utama Batam di tengah potensi musim kemarau dan menurunnya curah hujan.
Ramlan menjelaskan, proses modifikasi cuaca dilakukan dengan memanfaatkan awan hujan yang telah terbentuk secara alami. Awan tersebut kemudian disemai menggunakan natrium klorida atau garam untuk mempercepat terbentuknya hujan.
“Sebenarnya bukan membuat hujan dari tidak ada menjadi ada. Prinsipnya, kami memanfaatkan potensi awan hujan yang sudah tumbuh, lalu awan itu disemai agar butiran airnya lebih cepat berkumpul dan menjadi hujan,” jelasnya.
Ia menegaskan, operasi hujan buatan tidak bisa dilakukan apabila tidak terdapat potensi awan hujan di atmosfer. “Kalau tidak ada awan, tentu tidak bisa dilakukan hujan buatan,” katanya.
Ramlan menambahkan, pelaksanaan operasi TMC selanjutnya masih menunggu perkembangan kondisi cuaca dan keputusan dari BP Batam selaku pihak penyelenggara kegiatan.
“Untuk sementara direncanakan sampai 31 Mei 2026. Nanti akan dilihat lagi perkembangannya,” tutupnya.

Komentar Via Facebook :