Wamen BKKBN Datang ke Rumah Bahagia Bintan, Bupati Roby: Bukti Kolaborasi Berdampak Nyata
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bintan.
Bintan, Batamnews – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bintan, Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di Rumah Bahagia, Kecamatan Gunung Kijang.
Bupati Bintan Roby Kurniawan langsung menyambut kedatangan rombongan. Turut hadir Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau, Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, serta Ketua DPRD Kabupaten Bintan.
Dalam kunjungan ini, sejumlah kegiatan digelar. Antara lain penyerahan bantuan Program Gerakan Orangtua Peduli Stunting (GENTING) kepada keluarga berisiko stunting, demonstrasi Menu DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), pemberian bantuan bagi lansia di Rumah Bahagia, serta cek kesehatan gratis.
Baca juga: Pemkab Bintan Gelar Pawai Takbir di Bintan Timur dan Salat Id di Toapaya untuk Idul Adha 1447 H
Wamen Ratu Ayu memberikan apresiasi tinggi atas langkah dan inovasi Pemerintah Kabupaten Bintan. Menurutnya, Program Sekolah Lansia dan Gerakan Orangtua Peduli Stunting (GENTING) merupakan bentuk nyata perhatian daerah.
Ia menilai Sekolah Lansia mampu menciptakan lansia yang sehat, produktif, dan mandiri. Selain itu, sinergi lintas sektor untuk menekan angka stunting dinilai strategis demi kualitas generasi masa depan.
Bupati Roby Kurniawan mengucapkan selamat datang dan berterima kasih atas kunjungan pemerintah pusat. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat program pembangunan keluarga.
"Keberadaan Rumah Bahagia hari ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen sosial mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujar Roby.
Ia menyebut dua program unggulan: Sekolah Lansia melalui program SIDAYA (Lansia Berdaya) dan GENTING.
Bupati memaparkan, jumlah lansia di Kabupaten Bintan saat ini mencapai sekitar 13.676 jiwa. Angka ini menunjukkan keberhasilan pembangunan kesehatan dan meningkatnya angka harapan hidup. Namun, ini juga tantangan agar para lansia tetap produktif dan mandiri.
Hingga tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bintan bersama BKKBN telah membentuk tujuh kelompok Sekolah Lansia. Jumlah peserta dan wisudawan mencapai 301 orang.
Baca juga: Evaluasi MBG di Bintan: Baru 7 dari 18 SPPG Kantongi Sertifikat Laik Higiene
"Program ini diharapkan mengubah paradigma bahwa lansia bukan lagi objek pembangunan pasif, melainkan subjek aktif yang memiliki pengalaman, kebijaksanaan, dan keteladanan," kata Roby.
Di akhir kunjungan, Wamen Ratu Ayu bersama Bupati Bintan dan rombongan meninjau sejumlah fasilitas di Rumah Bahagia. Mereka melihat langsung pelayanan dan aktivitas yang dijalankan bagi para lansia.
Pemerintah berharap kunjungan kerja ini semakin memperkuat koordinasi dan dukungan dari pusat ke daerah. Targetnya jelas: sukseskan program pembangunan keluarga, pemberdayaan lansia, dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bintan menuju Indonesia Emas.

Komentar Via Facebook :