4 Orang Meninggal Dunia akibat Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu di Sumatera
Mati lampu di salah satu ruas jalan di Sumatera.
Jakarta, Batamnews – Peristiwa tragis terjadi saat listrik padam di sejumlah wilayah Sumatera. Sedikitnya tujuh warga menjadi korban dugaan keracunan asap dari genset dalam dua insiden terpisah di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Empat di antaranya meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Insiden pertama terjadi di Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada Sabtu, 23 Mei 2026 pagi.
Empat pegawai toko aksesori ponsel ditemukan tergeletak tak berdaya di dalam kamar tempat mereka beristirahat.
Baca juga: Penyebab Listrik Padam di Sumatera: Bareskrim Kirim Tim ke Jambi, Konduktor Putus Diamankan
Kejadian ini bermula ketika pemilik toko mencoba menghubungi para pegawainya, namun tidak ada yang menjawab telepon. Khawatir terjadi sesuatu, pemilik toko kemudian meminta pengawas untuk mengecek langsung ke lokasi.
Bersama warga, pengawas toko mendobrak pintu kamar yang terkunci. Di dalam ruangan, keempat korban sudah tergeletak.
"Pengawas toko dibantu warga mendobrak pintu dan menemukan para korban sudah tergeletak di dalam kamar," kata Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol.
Para korban segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, dua orang bernama Adila dan Rahma dinyatakan meninggal dunia. Dua korban lainnya, Dwi dan Riana, masih menjalani perawatan intensif.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Dugaan sementara, mereka tewas karena keracunan asap genset. Komunikasi terakhir dengan para korban diketahui terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026 malam.
Insiden lain terjadi di Sumatera Barat. Tiga pelajar ditemukan tak sadarkan diri pada Jumat, 22 Mei 2026 malam saat wilayah tersebut juga mengalami mati listrik.
Wali Nagari Pandai Sikek, Mas'ap W. Dt. Bandaro, menjelaskan bahwa ketiga korban awalnya pergi ke masjid untuk mengisi daya ponsel menggunakan genset yang tersedia. Setelah itu, mereka tertidur di lokasi hingga keesokan harinya.
Kecurigaan muncul ketika pengurus masjid berusaha membangunkan para korban, tetapi tidak ada respons. Orang tua salah satu korban yang datang mencari anaknya ikut memeriksa kondisi mereka.
Baca juga: Pemadaman Listrik Massal Aceh-Padang hingga Riau, PLN Targetkan Puluh dalam 6-8 Jam
"Setelah dicek, kondisinya kritis, langsung dibawa ke RS Ibnu Sina (Yarsi) Padang Panjang," ujar Mas'ap. "Di sana, dua orang korban dinyatakan meninggal dunia atas nama Haikal Arya Kamil (15) dan Gibran Arrasyid (15), sedangkan yang masih selamat Burhanuddin Hakim."
Mas'ap menambahkan, korban selamat kini sudah mulai sadar, namun masih menjalani penanganan intensif. "Dokter menyebut masih banyak racun di tubuh korban akibat terhirup gas monoksida dari genset," tutupnya.

Komentar Via Facebook :