Kapolda Kepri Duduk Bersama Nelayan Jemaja, Janjikan Sistem Cluster untuk Anak Daerah
Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep Safrudin bersama dengan nelayan Anambas.
Anambas, Batamnews – Laut di Pulau Jemaja tenang Jumat siang itu. Namun, gelombang harapan justru terasa lebih kencang di Aula Penginapan Miranti, Kelurahan Letung. Sebab, untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir, para nelayan pesisir itu duduk satu meja dengan Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep Safrudin.
Bukan untuk adu argumentasi, melainkan untuk "Jumat Curhat". Sebuah dialog yang sengaja dibungkus santai, tapi isinya serius: nasib warga perbatasan dan sinergi dengan Polri.
Kedatangan Jenderal Asep beserta rombongan disambut gegap gempita oleh Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka dan Bupati Anambas, Dato Aneng, Jumat, 15 Mei 2026.
Baca juga: Kapolres Anambas Tegaskan Media Tetap Diberi Ruang Liput Kunjungan Kapolda Kepri
Sebelum duduk melingkar, mereka lebih dulu menunaikan sholat Jumat berjamaah di Masjid Al-Kautsar. Usai sholat, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Suasana langsung cair.
Di hadapan para tokoh masyarakat dan perwakilan nelayan, Bupati Dato Aneng tak menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, kunjungan orang nomor satu di Polda Kepri ini bukan sekadar seremoni.
"Ini perhatian luar biasa bagi kami di perbatasan. Kehadiran Bapak Kapolda menjadi motivasi bagi masyarakat," ujar Dato Aneng.
Namun, di sela-sela sambutan, ada satu titipan harapan yang menggantung: kelanjutan masa depan anak-anak muda Jemaja. Bupati meminta agar putra-putri asli Anambas mendapat prioritas dalam rekrutmen Polri.
Tak sekadar mendengar, Kapolda Asep langsung merespon dengan kebijakan konkret.
"Polri saat ini menerapkan sistem cluster khusus dalam penerimaan Bintara," jelas Irjen Pol. Asep Safrudin di hadapan puluhan warga.
Dengan sistem itu, tegasnya, calon anggota dari Anambas tidak akan bersaing dengan peserta dari kota besar seperti Batam atau Tanjungpinang. Mereka hanya akan bersaing dengan sesama putra daerah Anambas.
"Ini bentuk pemerataan kesempatan. Kami ingin putra-putri daerah punya peluang lebih baik," tambahnya.
Baca juga: Polsek Jemaja Patroli di Tokong Malang Biru hingga Mangkai, Kapolsek: Beranda Terdepan Negeri
Lebih dari sekadar soal rekrutmen, Kapolda ingin menanamkan fondasi keamanan yang kokoh. Di wilayah pesisir yang jauh dari pusat kota, ia sadar betul bahwa polisi tidak akan pernah bisa bekerja optimal tanpa bantuan nelayan.
"Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu saya perintahkan jajaran Polsek Jemaja untuk aktif membangun komunikasi. Mari kita jaga kamtibmas bersama," pesannya.
Dialog yang berlangsung penuh keakraban itu ditutup dengan aksi simbolis. Kapolda menyerahkan bantuan sosial kepada perwakian Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jemaja, Paguyuban Warga Sunda, dan insan pers.
Kegiatan yang berlangsung aman dan tertib itu pun menjadi bukti: di ujung selatan Kepri, sinergi antara Polri dan masyarakat pesisir bukan sekadar slogan, melainkan sebuah perjumpaan nyata.

Komentar Via Facebook :