Jelang Iduladha, Karantina Perketat Pengawasan Ribuan Hewan Kurban yang Masuk Kepri

Jelang Iduladha, Karantina Perketat Pengawasan Ribuan Hewan Kurban yang Masuk Kepri

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan kurban di seluruh pintu pemasukan wilayah Kepulauan Riau. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan kurban di seluruh pintu pemasukan wilayah Kepulauan Riau.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap hewan kurban yang masuk dalam kondisi sehat, aman dikonsumsi, serta bebas dari berbagai Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), hingga penyakit Jembrana.

Kepala Karantina Kepri, Hasim, mengatakan pengawasan hewan kurban menjadi perhatian serius karena Kepulauan Riau merupakan wilayah strategis perbatasan dengan mobilitas komoditas yang cukup tinggi.

“Kepri merupakan wilayah strategis perbatasan dengan aktivitas lalu lintas komoditas yang tinggi. Karena itu, pengawasan terus kami lakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang masuk sehat, bebas penyakit, dan tentunya memenuhi persyaratan karantina,” ujar Hasim dalam siaran pers di Batam, Selasa (12/5/2026).

Menurut Hasim, pengawasan intensif dilakukan terhadap hewan kurban yang masuk dari sejumlah daerah pemasok utama, seperti Lampung dan Tabanan, Bali. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perlindungan terhadap sumber daya alam hayati sekaligus menjaga keamanan pangan masyarakat.

Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) periode Februari hingga 12 Mei 2026, tercatat sebanyak 3.894 ekor sapi dan 11.555 ekor kambing telah masuk ke wilayah Kepulauan Riau.

Jumlah tersebut menunjukkan tren peningkatan signifikan menjelang Iduladha.

Pada 2025 lalu, volume pemasukan sapi tercatat melonjak hingga 219,51 persen pada Mei dibanding April. Sementara pemasukan kambing meningkat lebih tajam, mencapai 410,56 persen pada periode yang sama.

Tren serupa kembali terjadi tahun ini. Pada April 2026, pemasukan sapi meningkat 127,13 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan kambing melonjak hingga 301,15 persen.

“Data tersebut menunjukkan bahwa arus pemasukan hewan kurban ke wilayah Kepulauan Riau cenderung mengalami lonjakan signifikan. Peningkatan terjadi sejak satu hingga dua bulan menjelang Iduladha, sehingga pengawasan karantina terus diperketat guna memastikan hewan yang dilalulintaskan sehat, aman, dan bebas dari HPHK,” jelas Hasim.

Dalam proses pengawasan, petugas karantina melakukan pemeriksaan dokumen, pengecekan fisik hewan, hingga pengambilan sampel darah apabila diperlukan.

Setiap hewan kurban yang masuk juga wajib dilengkapi Sertifikat Veteriner (SV), hasil uji laboratorium yang menyatakan bebas penyakit, serta dokumen karantina resmi dari daerah asal.

Karantina Kepri turut mengimbau para pelaku usaha maupun masyarakat agar selalu melengkapi dokumen karantina dan melaporkan setiap pemasukan hewan kepada petugas.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pengawasan yang optimal sekaligus memastikan hewan kurban yang sampai ke masyarakat benar-benar sehat, aman, dan layak dikurbankan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :