Harga Lebih Murah 30 Persen! Ini Alternatif Pengganti LPG yang Disiapkan Pemerintah
ilustrasi
Jakarta, Batamnews – Masyarakat Indonesia bersiap menyambut alternatif baru pengganti gas elpiji (LPG). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, tengah menggenjot penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi.
Bahlil menyebut, berdasarkan kajian yang dilakukan, harga CNG dipastikan lebih murah dibandingkan LPG. Bahkan, selisihnya mencapai 30 persen.
"CNG itu sudah dilakukan kajian, harganya jauh lebih murah. Kurang lebih sekitar 30 persen lah lebih murah," ujar Bahlil, Kamis, 7 Mei 2026.
Baca juga: Dari Bintan ke Singapura: Kepri Satu-Satunya Provinsi di Indonesia yang Ekspor Ayam Hidup
Menurutnya, Indonesia tidak perlu impor untuk bahan baku CNG karena jumlahnya melimpah. Pasokan ini didukung oleh industri dalam negeri. Dengan begitu, biaya transportasi pun bisa tertutup.
"Jadi kita tidak melakukan impor, cost transportasinya saja sudah bisa mengcover," tegasnya.
Bahlil menambahkan, sumber CNG tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki cadangan gas. Ia memastikan teknologi ini sudah berjalan dalam skala besar, misalnya di Jawa.
"Dan kalau ditanya apakah sudah perform untuk jalan atau tidak, pada skala yang besar sudah jalan. Di daerah-daerah Jawa kan sudah dipakai CNG. Hotel, restoran, kemudian MBG dapur-dapur MBG sudah pakai itu," tuturnya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang mematangkan pola distribusi di lapangan. Percepatan konversi ini bertujuan menekan impor gas yang terus membengkak akibat pertumbuhan penduduk dan ekonomi.
Baca juga: Harga Dolar Nilai Tukar Rupiah Terjun ke Rp17.423
"Ditargetkan tahun ini bisa dikonsumsi masyarakat," ujarnya.
Pemerintah mencatat, produksi LPG nasional terus menurun sejak 2010. Kondisi ini memaksa Indonesia mengimpor pasokan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kini, CNG hadir sebagai solusi yang lebih efisien dan merdeka dari impor.

Komentar Via Facebook :