Target 2 Minggu! Pemerintah Matangkan Insentif Mobil Listrik demi Ketahanan Energi
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Jakarta, Batamnews – Pemerintah sedang mematangkan kebijakan baru untuk memberi insentif pembelian mobil listrik. Langkah ini diambil karena tingginya permintaan masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan perluasan dari program subsidi kendaraan listrik sebelumnya. Sejak tahun 2023, subsidi baru diberikan untuk sepeda motor listrik sebesar Rp7 juta per unit.
"Demand untuk mobil listrik juga kelihatannya kencang," ujar Purbaya kepada awak media di kantornya, Senin, 4 Mei 2026.
Baca juga: 5 Kategori Kendaraan Bebas Pajak Tahunan Terbaru 2026, Simak Aturan dari Kemendagri
Ia mengungkapkan saat ini proses perumusan kebijakan masih dalam tahap pembicaraan intensif dengan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Namun, ia optimistis aturan tersebut bisa segera diimplementasikan.
"Biar kita dorong cepat. Supaya, let's say, dua minggu dari sekarang sudah masuk ke sistem insentifnya," ungkap Purbaya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa rencana subsidi untuk seluruh model kendaraan listrik (EV) merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, fokus pemerintah kini bukan hanya pada pengurangan emisi, tetapi lebih pada penguatan ketahanan energi nasional.
"Semua harus, semua nanti akan berbasis electric vehicle," tegas Agus di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa, 28 April 2026.
Agus menjelaskan, krisis geopolitik di Timur Tengah, khususnya gangguan di jalur perdagangan minyak dunia, Selat Hormuz, menjadi faktor utama yang mendorong Indonesia beralih dari bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan.
Baca juga: Taksi Mobil Listrik VinFast VF e34 Jadi Penyebab Kecelakaan Kereta, Segini Harga dan Spesifikasi
"Dulu waktu kita desain program EV itu kan masih menggunakan pendekatan pengurangan emisi. Itu juga penting. Nah sekarang dengan adanya pengalaman kita, Hormuz itu juga harus dikaitkan dan mungkin lebih penting terhadap ketahanan energi," tutur Agus.
Transisi ke kendaraan listrik dinilai sebagai langkah krusial untuk memangkas ketergantungan terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang rentan terhadap gejolak global. Targetnya, sistem insentif mobil listrik ini diharapkan sudah mulai berjalan dalam dua minggu ke depan.
Komentar Via Facebook :