Lolos dari Angkatan Laut AS, Kapal Super Iran "HUGE" Menuju Kepri Tanpa Sinyal AIS
ilustrasi (freepik)
Batam, Batamnews – Sebuah kapal tanker super milik Iran berhasil lolos dari blokade militer Amerika Serikat. Kapal berbendera Iran itu membawa 1,9 juta barel minyak mentah bernilai hampir 220 juta dolar AS atau sekitar Rp3,8 triliun.
Lembaga pemantau kapal tanker, TankerTrackers, melaporkan pada Minggu, 3 Mei 2026 bahwa kapal tersebut mencapai kawasan Timur Jauh tanpa terdeteksi Angkatan Laut AS.
"Sebuah kapal tanker super VLCC milik National Iranian Tanker Company (NITC) yang membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan mencapai Timur Jauh," tulis TankerTrackers di akun X.
Baca juga: BP Batam Percepat Layanan Izin Lingkungan Jadi 29 Hari, Dukung Kemudahan Investasi
Kapal itu diidentifikasi bernama "HUGE" dengan nomor IMO 9357183. Lebih dari seminggu lalu, kapal terpantau di lepas pantai Sri Lanka.
Saat ini, HUGE sedang bergerak melalui Selat Lombok, Indonesia. Tujuannya adalah Kepulauan Riau. Menurut data pelacakan maritim, kapal tersebut tidak mengirimkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret lalu, saat meninggalkan Selat Malaka menuju Iran.
Beberapa kapal tanker Iran terpaksa mengambil rute lebih panjang untuk mengirim minyak ke China. Tujuannya satu: menghindari blokade militer AS.
Dilansir dari kompas Samir Madani, salah satu pendiri TankerTrackers.com, menjelaskan bahwa kapal HUGE menjadi bukti nyata bagaimana sebuah kapal bisa lolos dari pengawasan AL AS.
Secara teknis, kapal bisa menyusuri pantai Pakistan dan India, lalu menuju pelabuhan yang relatif aman di Selat Malaka. Di tempat itu, minyak mentah biasa dipindahkan ke kapal lain yang kemudian menuju China.
Madani juga memprediksi akan ada lebih banyak kapal Iran yang mencoba kabur secara massal. "Saya pikir Iran akan menunggu kesempatan untuk melancarkan 'Pelarian Besar' secara tiba-tiba setelah mereka membangun lebih banyak tempat penyimpanan di dekat perbatasan dengan Pakistan," ujarnya kepada Axios, Jumat, 1 Mei 2026.
Saat ini, banyak kapal tanker sudah berlabuh di lepas pelabuhan Chabahar, Iran. Termasuk kapal SNOW yang baru saja dialihkan rutenya.
Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade di Teluk Oman sejak Senin, 13 April 2026. Blokade ini untuk menghalangi kapal-kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran.
Langkah AS diambil setelah negosiasi antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan. Di sisi lain, Iran tetap kukuh pada rencananya untuk memblokade Selat Hormuz.
Komentar Via Facebook :