Hadapi Pertumbuhan Penduduk, Amsakar Achmad Paparkan Strategi Batam Tekan Pengangguran dan Kemiskinan

Hadapi Pertumbuhan Penduduk, Amsakar Achmad Paparkan Strategi Batam Tekan Pengangguran dan Kemiskinan

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyoroti dinamika kependudukan dan ketenagakerjaan di wilayahnya yang diwarnai oleh pertumbuhan sekitar 17.000 jiwa. Meski dihadapkan pada lonjakan tersebut, Pemerintah Kota Batam justru berhasil menekan angka kemiskinan secara signifikan dan menjaga tren penurunan pengangguran.

Fakta tersebut diungkapkan langsung oleh Amsakar Achmad saat memaparkan capaian daerahnya di hadapan panelis tingkat nasional sebagai salah satu kandidat kepala daerah yang diperhitungkan dalam penanganan kemiskinan dan pengangguran.

Menurut Amsakar, pertumbuhan 17.000 jiwa di Batam menjadi tantangan tersendiri, khususnya dalam upaya menurunkan angka pengangguran secara drastis. Tingginya angka pencari kerja yang masuk ke Batam membuat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih berada di kisaran 7 persen.

"17.000 pertumbuhan itu untuk Batam. Jadi, tingkat pengangguran kita ini masih belum cukup baik, masih di angka 7 sekian persen. Tapi Tingkat Pengangguran Terbuka kita dari 7,68 persen di tahun 2024 turun menjadi 7,57 persen di tahun 2025. Trennya menurun, tapi angkanya masih pada kisaran 7 persen," jelas Amsakar.

Amsakar menjelaskan bahwa menjaga tren penurunan pengangguran di tengah masuknya belasan ribu jiwa merupakan sebuah pencapaian yang membutuhkan kerja keras. Hal tersebut ia paparkan secara rinci saat dievaluasi oleh tim penilai dari kementerian, media, dan akademisi.

"Nah, ini mengapa (pengangguran di kisaran 7 persen) terjadi? Saya sampaikan pada saat presentasi itu kepada Ibu Roro, tim dari Detikcom Pak Iwan, dan tim dari Universitas Andalas. Saya paparkan bahwa kalau berbicara soal ini, adalah sebuah ikhtiar," tegas Amsakar, merujuk pada upaya berkelanjutan pemerintah dalam membuka keran investasi dan lapangan kerja di Batam.

Lebih membanggakan lagi, di tengah tantangan pertumbuhan 17.000 jiwa tersebut, intervensi kebijakan yang dilakukan Pemkot Batam terbukti ampuh dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.

"Untuk angka kemiskinan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, menurun signifikan sehingga kita diganjar penghargaan," ungkap Amsakar.

Keberhasilan menangani masalah sosial ekonomi di tengah pertumbuhan penduduk yang masif ini membuat Batam berturut-turut meraih penghargaan nasional. Tahun sebelumnya, Batam menerima apresiasi dari Tempo dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Memasuki tahun ini, tren positif tersebut kembali diganjar penghargaan serupa oleh Detikcom dan Kemendagri.

Ke depannya, Amsakar berkomitmen untuk terus mematangkan strategi serapan tenaga kerja agar pertumbuhan 17.000 jiwa di Batam dapat diserap maksimal oleh industri, sehingga angka pengangguran dapat ditekan menyusul kesuksesan penurunan angka kemiskinan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :