Emas Hijau dari Pulau Lalang, Lingga Bidik Pasar Korea dan China di November 2026
Proses pengembangan bibit rumput laut yang diproyeksikan menjadi primadona baru ekonomi daerah. (Foto: istimewa)
Lingga, Batamnews – Kabupaten Lingga sedang bersiap melakukan lompatan besar di sektor kelautan. Tak main-main, Bupati dan Wakil Bupati Lingga turun langsung ke perairan Pulau Lalang pada Kamis (30/4/2026) untuk meninjau lokasi pengembangan bibit rumput laut yang diproyeksikan menjadi primadona baru ekonomi daerah.
Proyek ambisius ini digarap bersama PT Kebula Raya Bestari, pemain kawakan yang sudah malang melintang selama 20 tahun di dunia budidaya dan ekspor rumput laut.
Kehadiran perusahaan berpengalaman ini menjadi sinyal kuat bahwa Lingga tidak sedang bereksperimen, melainkan sedang membangun industri yang matang.
Targetnya jelas dan terukur. Pada November 2026 mendatang, rumput laut dari perairan Pulau Lalang dijadwalkan mulai menembus pasar internasional, khususnya Korea dan China. Untuk tahap awal, estimasi produksi dipatok mencapai angka 20 ton.
Bagi masyarakat lokal, proyek ini adalah angin segar. Budidaya rumput laut ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pembukaan lapangan kerja nyata dan peluang usaha baru yang langsung menyentuh warga pesisir Pulau Lalang.
Namun, Pulau Lalang hanyalah titik awal. Pemerintah Kabupaten Lingga memiliki visi yang jauh lebih besar: ekspansi hingga 5.000 hektar yang tersebar di berbagai wilayah Lingga.
Dengan potensi perairan yang luar biasa, Lingga kini diproyeksikan menjadi role model nasional dalam pengelolaan budidaya rumput laut yang berkelanjutan.
Langkah besar ini tidak dilakukan sendirian. Sinergi lintas sektoral mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Kepri, hingga berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat.
Komentar Via Facebook :