Tanpa Suntik Vaksin, Ribuan Ternak di Natuna Terbukti Bebas PMK Secara Alami
Ilustrasi sapi kurban.
Natuna, Batamnews – Kabar membanggakan datang dari beranda terdepan Indonesia. Di tengah ancaman penyakit yang menghantui sektor peternakan nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna berhasil membuktikan bahwa wilayahnya tetap menjadi zona hijau bagi hewan ternak.
Bukan karena vaksinasi masif, melainkan karena keseriusan dalam menjaga "pintu masuk" wilayah. Natuna dipastikan terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara alami. Sebuah status yang sangat sulit dicapai jika tidak dibarengi dengan komitmen pengawasan yang ketat di lapangan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Natuna, Zulfikar, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif. Ia membagi status bebas penyakit ini dalam dua kategori: bebas karena intervensi vaksin, atau bebas murni secara alami. Natuna memilih jalan yang kedua.
“Kita bebas PMK tanpa vaksin. Ini berkat kerja sama berbagai pihak dalam melakukan pengawasan yang ketat,” ujar Zulfikar di Natuna, Kamis (30/4/2026).
Status "Bebas PMK Alami" ini bukan sekadar gelar di atas kertas. Bagi para peternak lokal, ini adalah tiket emas menuju kesejahteraan. Dengan predikat ini, sapi dan kambing asal Natuna bisa melenggang bebas ke berbagai daerah tanpa terganjal aturan pembatasan penyakit yang rumit.
Natuna sendiri telah lama menjadi tulang punggung pemasok sapi di Kepulauan Riau, khususnya untuk kebutuhan warga Tanjungpinang. Potensi ini bukan main-main, mengingat jumlah hewan ternak di pulau ini sangat melimpah.
“Populasi sapi saat ini mencapai sekitar 9.100 ekor, sementara kambing sekitar 720 ekor,” jelas Zulfikar memaparkan kekuatan aset ternak di Natuna.
Meski menyandang status bebas penyakit, Pemkab Natuna tetap bersikap tegas dan tidak mau kecolongan. Setiap hewan yang akan dikirim keluar wajib melalui prosedur karantina yang ketat. Permohonan pemeriksaan tetap menjadi syarat mutlak untuk menjamin bahwa hewan yang sampai ke tangan pembeli adalah hewan yang benar-benar sehat.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mempertahankan benteng pengawasan ini. Penguatan koordinasi lintas sektor akan menjadi harga mati demi menjaga kesehatan ribuan ekor ternak dan memastikan ekonomi peternak Natuna tetap stabil di jalur pertumbuhan.
Komentar Via Facebook :