15 Orang Cacat Permanen, Mantan Finalis Putri Indonesia yang Ngaku Dokter Ditangkap di Bukittinggi

15 Orang Cacat Permanen, Mantan Finalis Putri Indonesia yang Ngaku Dokter Ditangkap di Bukittinggi

Jeni Rahmadial Fitri alias JRF putri Indonesia 2024.

Nurjali

Riau, Batamnews – Cerita tentang seseorang yang ingin cepat cantik, berakhir tragis. Seorang mantan finalis Putri Indonesia asal Riau, Jeni Rahmadial Fitri alias JRF, kini harus berurusan dengan hukum. Ia diamankan Polda Riau karena menjalankan praktik kecantikan tanpa izin dan mengaku-ngaku sebagai dokter.

Padahal, JRF tidak punya latar belakang pendidikan kesehatan. Namun selama enam tahun, sejak 2019 hingga 2025, ia nekat melakukan tindakan medis di klinik kecantikannya sendiri, Arauna Beauty, di Jalan Tengku Bey, Pekanbaru.

Hasilnya? Bukan wajah mulus yang didapat para pasien, melainkan luka parah dan cacat permanen.

Baca juga: Awal Mula Terbongkar: Prajurit TNI Terkena Cipratan Air Keras Sendiri, Absen Apel hingga Terungkap Kasus Andrie

Direskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro, menceritakan bagaimana JRF beraksi. Ia dengan percaya diri mengaku sebagai dokter dan melakukan tindakan seperti facelift dan eyebrow facelift.

"Semua itu ia lakukan tanpa kompetensi dan kewenangan. Akibatnya, para korban justru mengalami dampak serius," ujar Ade, Kamis, 30 April 2026.

Salah satu korban, seorang perempuan berinisial NS, melaporkan kejadian ini pada 4 Juli 2025. Setelah tindakan di klinik tersebut, NS justru menderita pendarahan hebat dan infeksi parah di wajah serta kepala.

Lukanya bernanah, bengkak, hingga harus dirawat lanjutan dan dioperasi di beberapa rumah sakit di Batam. Nasib malang menimpanya bekas luka di kulit kepala membuat rambutnya tak bisa tumbuh lagi. Ada pula luka memanjang di area alisnya.

"Korban cacat permanen," kata Ade.

Ternyata, NS bukan satu-satunya. Hingga kini, polisi mencatat sudah 15 orang yang menjadi korban. Seluruhnya mengalami luka di wajah dan tubuh, bahkan ada yang sampai trauma psikis.

Tarif yang dipatok JRF pun tidak murah. Bervariasi, hingga mencapai Rp16 juta per orang.

Saat dipanggil polisi dua kali, JRF mangkir dan memilih kabur. Namun petugas akhirnya menangkapnya di wilayah Bukit Ambacang, Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Baca juga: Empat Perampok Gasak Rumah IRT 60 Tahun, Aksi Terekam CCTV

Lalu dari mana JRF belajar? Ternyata, ia hanya pernah mengikuti pelatihan kecantikan di Jakarta pada 2019 dan mendapat sertifikat. Padahal, sertifikat itu seharusnya hanya untuk tenaga kesehatan.

"Belakangan diketahui, JRF bisa ikut pelatihan itu karena ada kedekatan dengan penyelenggara," pungkas Ade.

Kini, JRF harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :