Mahasiswa STTI Tanjungpinang Belajar Mental Bisnis Langsung dari Owner Kopiway: "Jangan Takut pada Proses Sulit"

Mahasiswa STTI Tanjungpinang Belajar Mental Bisnis Langsung dari Owner Kopiway: "Jangan Takut pada Proses Sulit"

Dr. Mulyadi Tan, dosen kewirausahaan STTI bersama pemilik Kedai Kopiway Miminhelmet.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews — Suasana kampus Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) Tanjungpinang, Selase, 28 April 2026, terasa berbeda. Bukan sekadar kuliah biasa, mahasiswa diajak mendengar langsung cerita nyata dari pengusaha yang pernah hampir menyerah di tengah jalan.

Kuliah umum kewirausahaan itu menghadirkan Miminhelmet, pemilik brand lokal Kopiway. Ia bukan sekadar bercerita tentang kesuksesan. Ia berbicara tentang hampir berhenti. Tentang proses panjang yang tidak instan.

"Ini yang perlu dirasakan mahasiswa," kata Dr. Mulyadi Tan, dosen kewirausahaan STTI yang menggagas acara ini bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). 

Baca juga: Belanja Kebutuhan Dapur Makin Irit, SNL Food Tanjung Uma Gelar Promo Spesial Selama April 2026

"Belajar kewirausahaan paling pas langsung dari pengusaha. Bukan hanya konsep, tapi perjuangan, kegagalan, dan keberanian mengambil keputusan saat keadaan tidak mudah."

Di hadapan puluhan mahasiswa, Miminhelmet blak-blakan. Ia tidak datang sebagai orang paling pintar. Ia datang sebagai seseorang yang pernah nyaris berhenti.

"Hari ini saya berdiri bukan sebagai orang paling pintar, tetapi sebagai orang yang pernah hampir berhenti," ujarnya pelan, tetapi tegas. 

"Semoga apa yang saya ceritakan bukan hanya terdengar, tapi tinggal di hati kalian."

Mahasiswa yang hadir tampak terserap. Tidak ada yang ribut. Mereka mendengar satu per satu kalimat yang keluar dari pengusaha kopi lokal itu. Tentang jatuh, tentang gagal, tentang bagaimana tetap melangkah meski rasanya ingin berhenti.

Dr. Mulyadi menambahkan, kuliah umum ini bukan acara seremonial belaka. "Kami ingin mahasiswa melihat bahwa sukses itu ada prosesnya. Ada jatuh, ada gagal, ada fase hampir menyerah. Tapi yang penting tetap melangkah. Bisnis bukan hanya soal untung rugi, tetapi soal mental, karakter, dan keberanian."

Antusiasme mahasiswa terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung hidup. Banyak dari mereka mengaku mendapat perspektif baru. Bahwa memulai usaha tidak perlu menunggu sempurna. Bahwa kegagalan bukan akhir, tetapi bagian dari perjalanan.

Baca juga: Menteri Keuangan Peringatkan Pegawai Merampok: "Tidak Bisa Bermain Lagi", Kini Bisa Langsung Dipecat

STTI Tanjungpinang berkomitmen menjadikan kegiatan seperti ini sebagai agenda rutin. Bukan sekadar menggugah, tetapi membekali mahasiswa dengan cerita-cerita nyata dari lapangan. Agar lulusan tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga tangguh secara mental.

Seperti kata Miminhelmet menutup sesi, "Jangan takut pada proses yang sulit. Karena di sanalah kita benar-benar tumbuh."

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :