Optimalkan Transaksi Digital, Batam Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Digital di Kepri

Optimalkan Transaksi Digital, Batam Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Digital di Kepri

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, saat mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tingkat Kepri, Selasa (14/4/2026). (Foto: dok.Diskominfo Batam)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tidak main-main dalam urusan transformasi digital. Bukan sekadar gaya-gayaan, digitalisasi transaksi keuangan kini dipacu habis-habisan untuk menutup celah kebocoran dan mempermudah layanan bagi warga.

Sikap tegas ini ditunjukkan Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, saat mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tingkat Kepri, Selasa (14/4/2026).

Mewakili duet pimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, Firmansyah menegaskan bahwa Batam harus menjadi garda terdepan dalam inovasi keuangan daerah.

Kabar baiknya, Batam sebenarnya sudah berada di jalur yang benar. Hingga saat ini, Pemko Batam sudah mencatatkan angka 100 persen untuk transaksi non-tunai pada belanja daerah dan pajak daerah.

Namun, ada ganjalan yang harus segera diselesaikan: kanal konvensional masih terlalu dominan. Sekitar 60 persen warga masih menggunakan cara lama, sementara kanal digital belum terpakai secara maksimal.

Firmansyah tidak ingin digitalisasi hanya berakhir di atas kertas atau sekadar penyediaan sistem yang sepi pengguna. Ia ingin perubahan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Kami mendorong digitalisasi yang benar-benar digunakan sehingga berdampak langsung pada kualitas layanan publik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujarnya dengan nada lugas.

Jika menilik data, potensi digitalisasi di Kepulauan Riau memang sangat menggiurkan. Volume transaksi QRIS pada 2025 saja sudah meledak hingga Rp15,33 miliar dengan pertumbuhan mencapai 145 persen. Batam, sebagai lokomotif ekonomi Kepri, harus mampu mengambil porsi terbesar dari tren positif ini.

Memang ada tantangan besar. Capaian implementasi digitalisasi Batam yang sempat menyentuh angka 85 persen pada 2024, sempat terkoreksi ke angka 62,5 persen di tahun 2025. Kondisi inilah yang menjadi "pecutan" bagi Pemko Batam untuk melakukan akselerasi besar-besaran di tahun 2026.

Langkah konkret sudah disiapkan. Pemko akan memperketat koordinasi lintas dinas (OPD), mengintegrasikan data, serta memperluas penggunaan QRIS hingga virtual account di seluruh lini pelayanan. Edukasi kepada warga juga akan digencarkan agar masyarakat tidak lagi ragu beralih ke transaksi digital.

Tahun 2026 dicanangkan sebagai momentum pembuktian. Batam tidak hanya mengincar predikat terbaik dalam Championship TP2DD di tingkat nasional, tetapi ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola daerah bergerak secara transparan, masif, dan berkelanjutan lewat ekosistem digital.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :