Sikapi Gejolak Global, Wali Kota Batam Siapkan Langkah Strategis Terkait Logistik hingga Penyesuaian Volume Proyek

Sikapi Gejolak Global, Wali Kota Batam Siapkan Langkah Strategis Terkait Logistik hingga Penyesuaian Volume Proyek

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Pemerintah Kota Batam mulai memetakan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah kondisi ketidakpastian dunia yang kian dinamis.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan intensif dengan para pelaku usaha guna mengidentifikasi titik-titik krusial yang terdampak oleh situasi global saat ini.

Dalam keterangannya kepada media, Amsakar menyebutkan ada empat sektor utama yang kini menjadi atensi serius pemerintah, yakni logistik, transportasi, kelistrikan, dan pelayanan perizinan.

Amsakar menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan perizinan untuk membantu pelaku usaha bertahan di tengah situasi sulit. Selain itu, ia menyoroti peran strategis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai kunci menjaga daya saing industri manufaktur di Batam.

"Kami berharap dapat memberikan servis yang lebih baik dalam pelayanan perizinan. Salah satu aspirasi dari pelaku usaha adalah dukungan terhadap ketersediaan bahan baku melalui TKDN," ujar Amsakar.

Menurutnya, jika industri manufaktur dapat memaksimalkan dukungan komponen dari dalam negeri, maka biaya produksi relatif dapat ditekan agar tetap setara dengan kondisi saat ini, meskipun terjadi fluktuasi harga di pasar global.

Selain sektor industri, gejolak ekonomi global yang berpotensi memicu penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diprediksi akan berdampak langsung pada proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

Amsakar menjelaskan bahwa instansi terkait, termasuk BP Batam dan instansi vertikal lainnya, harus bersiap melakukan penyesuaian.

"Jika nanti ada keputusan final terkait penyesuaian BBM, tentu akan ada konsekuensi terhadap kegiatan atau proyek pemerintah. Biasanya, kita akan melakukan peninjauan kembali terhadap kontrak yang sedang berjalan, sekalipun pemenang tender sudah ditetapkan," jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota memaparkan simulasi sederhana mengenai penyesuaian kontrak kerja. Ia menyebutkan sangat mungkin terjadi perubahan volume pekerjaan jika harga-harga material dan operasional naik secara signifikan akibat dampak eksternal.

"Sederhananya begini, jika hari ini nilai kontrak X bisa mengerjakan 100 persen, ke depan dengan nilai yang sama, sangat mungkin hanya bisa mengerjakan 90 hingga 95 persen saja. Artinya, akan ada perubahan pada volume pekerjaan sebagai dampak dari penyesuaian harga tersebut," tutur Amsakar.

Menutup keterangannya, Amsakar mengakui bahwa tekanan ekonomi yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari dampak konflik atau perang di tingkat global yang mulai merembet ke sektor-sektor lokal di daerah.

Saat ini, setiap deputi dan instansi terkait tengah membahas langkah teknis lebih lanjut untuk menyikapi harapan para pelaku usaha dan memastikan pembangunan di Batam tetap berjalan meskipun dengan berbagai penyesuaian.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :