Diduga Sembunyikan Kehamilan, Polisi Ungkap Fakta Baru Gadis 21 Tahun di Batam Melahirkan Sendiri hingga Meninggal

Diduga Sembunyikan Kehamilan, Polisi Ungkap Fakta Baru Gadis 21 Tahun di Batam Melahirkan Sendiri hingga Meninggal

Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizki. (Foto: dok.Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Tabir gelap menyelimuti kasus tewasnya seorang perempuan muda berinisial JPZ (21) dan bayinya di sebuah kamar kos, Kecamatan Batu Aji, Batam. Polisi kini bergerak cepat mengungkap kronologi di balik penemuan jasad yang menggemparkan warga Perumahan Pendawa Asri tersebut.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa tiga saksi kunci: kakak kandung korban, tetangga kos, hingga FJ, pacar korban. Dari keterangan mereka, muncul fakta memilukan. JPZ diduga kuat menutup rapat kehamilannya dari siapa pun, termasuk dari FJ yang sudah memacarinya sejak Agustus 2025.

Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizki, mengungkapkan bahwa korban cenderung menarik diri. Meski perubahan fisiknya mulai terlihat, JPZ tetap bersikeras membantah dirinya tengah mengandung. Bahkan, saat FJ sempat menaruh curiga dan memintanya melakukan tes kehamilan pada Februari lalu, korban selalu punya segudang alasan untuk mengelak.

Diduga kuat, JPZ menjalani proses persalinan seorang diri tanpa bantuan medis maupun pendampingan di dalam kamar kosnya.

“Diduga korban memang berupaya menyembunyikan kelahiran itu. Namun, hal ini masih kami dalami,” ujar Bayu.

Kondisi di dalam kamar kos menjadi bukti betapa kritisnya situasi saat itu. Hasil olah TKP menunjukkan bercak darah berceceran di tempat tidur dan lantai. Polisi juga menemukan ember berisi air bercampur darah yang mengeluarkan aroma menyengat, serta kain yang diduga digunakan korban untuk membersihkan sisa pendarahan.

Malam sebelum maut menjemput, Selasa (7/4/2026), JPZ sebenarnya sempat mencoba menghubungi FJ sekitar pukul 21.30 WIB. Namun, panggilan itu tak terjawab karena FJ sedang sibuk bekerja di kawasan Tanjunguncang.

Harapan untuk selamat sebenarnya sempat muncul ketika tetangga kos menawarkan bantuan untuk membawanya ke rumah sakit, namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh korban.

“Untuk sementara, belum ada indikasi tindak pidana. Pacar korban juga bekerja dari siang hingga malam,” jelasnya.

Petaka memuncak saat FJ tiba di kos pukul 22.29 WIB. Ia menemukan JPZ dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke RS Graha Hermine, namun nyawanya tidak tertolong akibat pendarahan hebat dan luka di bagian vital—tanda nyata persalinan paksa tanpa penanganan medis.

Kejutan pahit belum usai. Polisi yang kembali melakukan pengembangan di lokasi pada sore harinya, justru menemukan jasad bayi laki-laki tersembunyi di dalam lemari kamar korban.

Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan penyebab pasti kematian ibu dan anak tersebut, serta memastikan apakah sang bayi lahir dalam kondisi bernyawa atau tidak. 

(jam)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :