Trump Sesumbar Ratakan Infrastruktur Iran dalam 4 Jam, Setiap Jembatan Akan Hancur Lebur

Trump Sesumbar Ratakan Infrastruktur Iran dalam 4 Jam, Setiap Jembatan Akan Hancur Lebur

Presiden Amerika, Donald Trump. (Foto: AFP)

Rhuuzi Wiranata

Washington, Batamnews – Hubungan Amerika Serikat dan Iran kini berada di ujung tanduk. Presiden Donald Trump secara terang-terangan mengancam akan melumpuhkan total infrastruktur energi dan jembatan di Iran hanya dalam waktu empat jam. Ancaman ini merupakan buntut dari ultimatum Trump agar Teheran segera membuka Selat Hormuz.

Tenggat waktu yang ditetapkan Trump berakhir hari ini, Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 waktu Iran, atau sekitar pukul 23.30 WIB. Jika tuntutannya tidak dipenuhi, Trump sesumbar akan mengerahkan kekuatan militer AS untuk menghancurkan negara tersebut.

Dalam konferensi pers pada Senin kemarin, Trump memaparkan rencana serangan yang sangat mengerikan. Ia memastikan jembatan dan pembangkit listrik di seluruh Iran akan musnah dalam sekejap.

"Kami punya rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur lebur pada pukul 12 tengah malam besok (7 April), di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi - terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi, maksud saya hancur total - pada pukul 12 tengah malam," kata Trump, dikutip dari Al Jazeera.

Ia pun menambahkan dengan nada menantang: "Dan itu akan terjadi dalam jangka waktu empat jam jika kita menginginkannya. Kita tidak ingin itu terjadi."

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump berkali-kali melontarkan ancaman yang sangat provokatif. Ia menyebut hari Selasa ini sebagai awal dari malapetaka bagi Iran jika mereka tetap keras kepala menutup Selat Hormuz.

"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, Hari Jembatan, semuanya digabung jadi satu di Iran. Tidak akan, ada yang seperti itu," ungkap Trump.

Bahkan, dalam unggahan lain, Trump menggunakan kata-kata yang jauh lebih kasar dan frontal.

"Buka Selat sialan itu, brengsek atau Anda akan hidup di neraka. LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah [Praise to be Allah/Alhamdulillah]," tulisnya.

Namun, gertakan Trump tidak membuat Iran ciut nyali. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah dalam posisi siaga penuh dan siap memberikan balasan yang setimpal atas setiap agresi.

"Reaksi Iran akan melakukan pembalasan terkait serangan apapun. Angkatan Bersenjata kami sudah sangat jelas bahwa serangan terhadap infrastruktur kritis, kita akan membalasnya," tegas Baghaei.

Baghaei juga memperingatkan bahwa IRGC akan menyasar aset-aset milik AS maupun pihak-pihak yang membantu operasi Washington. Bagi Teheran, ancaman Trump bukan sekadar diplomasi keras, melainkan sebuah bentuk kejahatan.

"Ini sama saja dengan hasutan untuk melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," tutup Baghaei.

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :