Langka Usai Lebaran, Warga Lingga Mengeluh: SPBU Tutup, Harga Eceran Tembus Rp20.000

Langka Usai Lebaran, Warga Lingga Mengeluh: SPBU Tutup, Harga Eceran Tembus Rp20.000

Salah satu SPBU di Kota Dabo Singkep, terlihat tutup hampir sepekan lebih sejak lebaran Idul Ftitri.

Nurjali

Lingga, Batamnews – Hari raya Idulfitri baru saja usai, tapi warga di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, justru pusing tujuh keliling. Bukan karena makanan, melainkan karena Bahan Bakar Minyak (BBM) mendadak langka.

Cerita ini datang dari Dabo Singkep. Sejak sebelum Lebaran hingga Jumat, 4 April 2026, satu-satunya SPBU di wilayah itu kerap tutup. Alhasil, antrean kendaraan panjang tidak terlihat. Yang ada hanya kekecewaan warga yang terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli bensin eceran.

Febrian, salah seorang warga, mengaku sudah muak. Ia bilang kelangkaan ini seperti "rutinitas tahunan" setiap momen Lebaran. Parahnya, saat SPBU tutup, harga BBM di pengecer meroket hingga Rp20.000 per botol.

Baca juga: HPM Tinggi Bikin Investasi Pasir Kuarsa Kepri Tersendat, Bupati Lingga Desak Penyesuaian

"Di pengecer juga langka, ada yang tutup. Kalau pun ada, harganya sudah tidak wajar. SPBU juga tak buka dari sebelum Lebaran," keluh Febri dengan nada kecewa.

Yang paling membuat warga heran, kata Febri, adalah anehnya distribusi. Saat SPBU resmi mengaku kosong, pasokan di tingkat pengecer justru tersedia, meski dengan harga selangit.

"SPBU satu-satunya sering tutup, tapi minyak di pengecer banyak. Ini sangat merugikan kami sebagai masyarakat kecil," tambahnya.

Menanggapi keresahan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut buka suara. Area Manager Communication, Relations & CSR, Fahrougi Andriani Sumampouw, memastikan bahwa stok BBM untuk Lingga sebenarnya aman. Tidak ada pengurangan alokasi.

Lalu kenapa SPBU kosong? Fahrougi menjelaskan itu karena kendala teknis di lapangan, terutama soal penyesuaian jadwal pengiriman.

"Kondisi di lapangan merupakan bagian dari dinamika operasional distribusi, khususnya terkait penyesuaian jadwal pengiriman ke wilayah tersebut. Penyesuaian waktu kedatangan pasokan menyebabkan penyaluran berlangsung secara bertahap," jelas Fahrougi dalam keterangan resminya.

Kabar baiknya, Pertamina mengonfirmasi bahwa stok BBM dalam jumlah besar sedang dalam perjalanan menuju Lingga dari Terminal Tanjung Uban. Dijadwalkan tiba pada Sabtu, 4 April 2026. Rinciannya:

  • Biosolar: sekitar 200 Kiloliter (KL)
  • Pertalite: sekitar 120 Kiloliter (KL)

"Setelah tiba, pasokan tersebut akan langsung didistribusikan ke SPBU setempat," imbuh Fahrougi.

Baca juga: Polisi Hadir di Tengah Duka, Satlantas Anambas Jenguk Korban Laka Lantas

Kepada masyarakat, Pertamina berpesan agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

"Gunakan energi secara bijak dan beli sesuai kebutuhan. Agar distribusi tetap merata," tutupnya.

Kini warga Dabo Singkep hanya bisa berharap kapal pengangkut BBM segera bersandar. Sebab, tanpa BBM, roda kehidupan sehari-hari mereka terasa tersendat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :