Waspada Modus Penipuan Pendaftaran Mitra Grab, Oknum Admin Bawa Kabur Uang Seragam dan Saldo Calon Driver
Pelaku diduga membawa kabur sejumlah uang yang disetorkan oleh para calon mitra untuk keperluan biaya seragam, biaya administrasi, hingga pengisian saldo akun.
Batam, Batamnews – Sejumlah warga yang berniat mendaftarkan diri sebagai mitra Grab menjadi korban penipuan oleh seorang oknum yang mengaku sebagai admin pendaftaran. Pelaku diduga membawa kabur sejumlah uang yang disetorkan oleh para calon mitra untuk keperluan biaya seragam, biaya administrasi, hingga pengisian saldo akun.
Berdasarkan keterangan dari salah satu korban, Nofan, aksi penipuan ini dilakukan melalui sebuah grup koordinasi yang berisi sekitar delapan orang calon mitra. Dalam grup tersebut, pelaku bertindak sebagai admin yang mengelola seluruh urusan keuangan pendaftaran.
Keberhasilan pelaku meyakinkan para korban berawal dari testimoni rekan korban yang sebelumnya berhasil terdaftar sebagai mitra melalui jasa pelaku. Hal ini membuat Nofan dan rekan lainnya tidak menaruh curiga pada awalnya.
"Ceritanya kami kena tipu. Di grup ada sekitar 8 orang, dia adminnya yang mengurus keuangan untuk seragam, admin, dan saldo. Soalnya sebelumnya kawan saya daftar juga sama dia dan berhasil akunnya, tapi kali ini kami lagi apes," ujar Nofan saat memberikan keterangan.
Pihak Grab sendiri sebenarnya telah melarang keras adanya pungutan biaya administrasi dalam proses pendaftaran mitra baru. Dugaan sementara, aksi pelaku baru terendus oleh pihak manajemen Grab sehingga kontrak pelaku diputus secara sepihak.
Setelah kontraknya diputus, pelaku dilaporkan langsung memutus komunikasi dan menghilang. Tidak hanya para anggota di dalam grup, diduga banyak korban lain di luar grup yang juga telah menyetorkan uang kepada pelaku.
Pelaku Menghilang, Keluarga Tak Tahu Keberadaannya
Berupaya mencari keadilan, Nofan bersama para korban lainnya mencoba mendatangi kediaman pelaku setelah mencari informasi alamat tinggalnya. Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil.
"Kami dan teman-teman korban lainnya sudah ke rumah pelaku. Di rumah cuma ada kakak iparnya. Kata kakak iparnya, dia sudah tiga hari tidak pulang ke rumah. Uang kami semua dibawa lari," tambah Nofan.
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan pelaku masih belum diketahui. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan proses pendaftaran mitra ojek online dan selalu mengikuti prosedur resmi yang disediakan oleh perusahaan tanpa melalui perantara pihak ketiga yang meminta sejumlah uang.

Komentar Via Facebook :