Operasi Ketupat Seligi 2026: Sembilan Hari Berjalan, Polda Kepri Pastikan Situasi Aman Terkendali
Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. (Foto: dok.Polda Kepri)
Batam, Batamnews – Memasuki hari kesembilan pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2026, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum mereka tetap kondusif. Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev), sejauh ini tidak ditemukan adanya kejadian menonjol yang mengganggu jalannya perayaan Idulfitri.
Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa secara umum kondisi di lapangan berjalan tertib. Meski begitu, kepolisian tetap bekerja ekstra keras merespons dinamika di lapangan.
Data mencatat terdapat 101 gangguan kamtibmas, yang didominasi oleh 45 kasus kecelakaan lalu lintas, serta beberapa kasus penganiayaan, pengeroyokan, hingga pencurian kendaraan bermotor.
Polda Kepri memastikan seluruh insiden tersebut telah ditangani dengan cepat dan tepat oleh personel di lapangan.
"Sebaran kejadian masih didominasi wilayah perkotaan, khususnya Batam Kota dan Bengkong, yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama periode mudik dan libur Idulfitri. Meskipun demikian, pada titik-titik yang menjadi target operasi tidak ditemukan adanya kejadian menonjol baik gangguan kamtibmas maupun kecelakaan lalu lintas, yang menunjukkan bahwa pelaksanaan pengamanan oleh personel di lapangan berjalan efektif," ujar Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., Minggu (22/3/2026).
Lonjakan aktivitas masyarakat terlihat sangat signifikan di pintu-pintu masuk Kepri. Sebanyak 138.212 penumpang tercatat memadati Bandara Hang Nadim, sementara 83.686 lainnya melalui Pelabuhan Batam Center. Tren keberangkatan pun masih terpantau lebih tinggi dibandingkan kedatangan.
Di tengah kepadatan ini, kepercayaan publik terhadap Polri meningkat seiring banyaknya bantuan yang diberikan, mulai dari penemuan barang hilang hingga pencarian anggota keluarga yang terpisah.
Namun, kepolisian memberikan peringatan keras bagi masyarakat yang kini mulai memadati lokasi-lokasi wisata, terutama kawasan pantai. Keselamatan harus menjadi prioritas utama.
"Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang memanfaatkan masa libur untuk berwisata, khususnya di kawasan pantai, Polda Kepri mengimbau agar masyarakat senantiasa mengutamakan keselamatan dengan tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai, selalu mengawasi anak-anak saat bermain, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lokasi wisata," ujarnya.
"Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membawa atau memamerkan barang berharga secara berlebihan guna menghindari potensi tindak kriminalitas, serta menghindari konsumsi minuman beralkohol yang dapat memicu gangguan keamanan dan keselamatan," tegas Kombes Pol. Nona.
Selain faktor keamanan di tempat wisata, Polda Kepri juga menyoroti soal potensi penipuan tiket perjalanan. Masyarakat diminta tidak bermain api dengan menggunakan jasa calo atau perantara tidak resmi. Transaksi hanya boleh dilakukan melalui situs web atau kanal resmi yang telah ditunjuk penyedia layanan.
Sebagai penutup, Polda Kepri menawarkan berbagai fasilitas pengaduan dan pengamanan bagi masyarakat yang masih dalam suasana mudik.
"Saya juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian agar menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam atau memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps. Untuk masyarakat yang merasa khawatir meninggalkan kendaraan atau barang berharga saat mudik, dipersilakan untuk menitipkannya di kantor polisi terdekat (Polsek atau Polres) secara gratis," tutur dia.
"Selain itu, untuk menjamin profesionalisme anggota di lapangan, masyarakat dapat memberikan laporan atau aduan melalui Layanan Barcode Pengaduan Propam yang tersedia di setiap pos pelayanan dan kantor polisi jajaran Polda Kepri," tutup Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.

Komentar Via Facebook :