Billy Mambrasar Ceritakan Pengalaman Riset di Polibatam: Belajar Disiplin Berpikir dari Prof. Dwi Kartika Sari
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, Billy Mambrasar, bersama Prof. Dwi Kartika Sari, seorang profesor perempuan pertama di Batam.
Batam, Batamnews – Ada kisah menarik di balik kesibukan Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, Billy Mambrasar, selama hampir satu tahun terakhir. Di sela tugasnya, pria yang juga mantan Staf Khusus Presiden RI ini memilih untuk kembali ke dunia riset. Tempatnya? Pusat Kajian Daya Saing ASEAN di Politeknik Negeri Batam (Polibatam).
Namun, ada sosok penting di balik kegiatan riset Billy itu. Ia adalah Prof. Dwi Kartika Sari, seorang profesor perempuan yang menjadi pembimbingnya. Dalam kesempatan itu, Billy pun memperkenalkan sosok gurunya tersebut kepada publik.
“Sudah hampir satu tahun terakhir saya berkesempatan bekerja sebagai peneliti di Pusat Kajian Daya Saing ASEAN di Politeknik Negeri Batam. Dalam perjalanan tersebut, saya belajar langsung di bawah bimbingan Profesor Dwi Kartika Sari,” tulis Billy, pada 11 Maret 2026, yang dikutip melalui akun media sosial instagramnya.
Baca juga: Hari Kedua Idul Fitri 1447 H, Bupati Bintan Roby Kurniawan Berbaur dengan Masyarakat Tanpa Sekat
Billy pun mengungkapkan kekagumannya. Menurutnya, Prof. Dwi bukanlah akademisi biasa. Perempuan ini memiliki latar belakang pendidikan lintas disiplin yang kuat.
Ia mengawali studi sarjana di bidang teknik penerbangan di Institut Teknologi Bandung (ITB), melanjutkan magister di Tulane University A. B. Freeman School of Business, Amerika Serikat, hingga meraih gelar doktor di bidang manajemen dari Universiti Brunei Darussalam.
Prestasi gemilang pun telah dicatatnya. Prof. Dwi adalah profesor pertama di Politeknik Negeri Batam. Tak hanya itu, ia juga menjadi satu-satunya profesor perempuan di bidang logistik di kampus tersebut.
“Yang membuat saya semakin kagum, beliau juga mencatat sejarah sebagai Profesor pertama di Politeknik Negeri Batam, sekaligus menjadi satu-satunya profesor perempuan di bidang logistik di kampus ini,” kata Billy.
Di luar kampus, perempuan kelahiran Manado ini juga aktif dalam berbagai kolaborasi internasional. Mulai dari Research Grant Bank Indonesia, UK–Indonesia Gender Equality Partnerships, hingga program Erasmus+ yang didukung oleh European Union.
Namun, bagi Billy, yang paling berkesan bukan sekadar deretan prestasi akademik. Melainkan proses belajar langsung dari sang profesor.
“Bagi saya pribadi, bekerja bersama beliau bukan hanya tentang riset dan akademik, tetapi juga tentang belajar bagaimana membangun disiplin berpikir, integritas ilmiah, dan komitmen untuk menghasilkan karya yang berdampak,” ujarnya.
Billy menutup dengan kesan mendalam. Baginya, berkesempatan belajar dari sosok yang tidak hanya cerdas, tetapi juga penuh dedikasi dalam membangun dunia pendidikan dan penelitian di Indonesia adalah sebuah keberuntungan.
Kontribusi Prof. Dwi Kartika Sari melalui riset, kolaborasi akademik, dan pengembangan pusat kajian, dinilai terus memperkuat peran Politeknik Negeri Batam sebagai institusi pendidikan vokasi yang aktif dalam riset dan kerja sama internasional.

Komentar Via Facebook :