Arus Mudik Lebaran 2026, Pelni Batam Sudah Berangkatkan 11 Ribu Penumpang
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam mencatat sebanyak 11.431 penumpang telah diberangkatkan menuju berbagai destinasi sejak dimulainya posko angkutan Lebaran pada 13 Maret lalu. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews – Memasuki periode angkutan Lebaran 2026, arus mudik di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, mulai menunjukkan peningkatan signifikan. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam mencatat sebanyak 11.431 penumpang telah diberangkatkan menuju berbagai destinasi sejak dimulainya posko angkutan Lebaran pada 13 Maret lalu.
Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi dari empat kali keberangkatan kapal yang terjadwal pada tanggal 14, 15, 16, dan 18 Maret 2026.
"Sampai dengan hari ini, sudah ada empat kali keberangkatan. Total penumpang yang sudah kita berangkatkan dari Batam mencapai 11.431 orang," ujar Edwin saat ditemui di Pelabuhan Batu Ampar, Rabu (18/3/2026).
Edwin mengungkapkan bahwa puncak arus mudik pertama telah terjadi pada 16 Maret lalu dengan tujuan Belawan, Medan, yang mengangkut sebanyak 3.650 penumpang. Namun, lonjakan penumpang diprediksi akan kembali terjadi pada Kamis, 19 Maret.
"Puncaknya sudah terjadi kemarin tanggal 16 Maret, tapi akan terulang kembali di tanggal 19 Maret dengan tujuan yang sama, yaitu Belawan," tambahnya.
Sementara untuk keberangkatan pada 18 Maret, kapal tujuan Tanjung Priok, Jakarta, tercatat membawa sebanyak 2.527 penumpang.
Stimulus Tarif dan Peningkatan Layanan
Untuk meringankan beban masyarakat, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memberikan stimulus ekonomi berupa potongan tarif sebesar 30%.
Promo ini berlaku khusus untuk keberangkatan mulai tanggal 11 Maret hingga 5 April 2026. Selain stimulus harga, Pelni juga melakukan berbagai perbaikan fasilitas di atas kapal dan layanan di pelabuhan.
Di Pelabuhan Batu Ampar, alur embarkasi dan debarkasi diperbaiki, serta disediakan panggung hiburan agar penumpang tidak jenuh saat menunggu.
"Dari sisi kapal, kami meningkatkan layanan katering atau makanan. Menu makanan sekarang sudah banyak berubah dan lebih bervariasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan selama perjalanan," pungkas Edwin.

Komentar Via Facebook :