Listrik Batam-Bintan Dijamin Aman Selama Lebaran, Puncak Beban Justru Diprediksi Usai Mudik
Ilustrasi petugas PLN. (Foto: dok.PLN Batam)
Batam, Batamnews – PT PLN Batam bergerak cepat memastikan momen Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026 berjalan tanpa kendala kelistrikan. Pasokan listrik untuk wilayah Batam dan Bintan dipastikan berada pada posisi aman dengan cadangan daya yang mencukupi, meski aktivitas masyarakat diprediksi akan meningkat tajam.
Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Samsul Bahri, mengungkapkan bahwa saat ini daya mampu pasok sistem Batam-Bintan telah menyentuh angka 880,8 megawatt (MW). Kekuatan ini dinilai lebih dari cukup untuk mengawal beban puncak yang diperkirakan berada di angka 761 MW.
“Secara umum proyeksi neraca daya pada sistem Batam-Bintan selama periode siaga kelistrikan RAFI 2026 pada 6 Maret hingga 31 Maret dalam kondisi normal,” tegas Samsul saat dikonfirmasi di Batam, Jumat.
Anomali Beban Puncak: Bukan di Hari Lebaran
Ada fakta menarik dalam tren pemakaian listrik tahun ini. PLN Batam mencatat bahwa puncak penggunaan listrik justru tidak terjadi tepat di hari raya Idul Fitri. Hal ini disebabkan oleh tradisi mudik yang membuat beban listrik di Batam cenderung menurun saat hari-H Lebaran.
Samsul menjelaskan, puncak pemakaian justru akan terjadi saat masyarakat mulai kembali ke Batam dan aktivitas rumah tangga serta industri kembali normal.
“Biasa puncaknya bukan pada 20 atau 21 Maret karena banyak warga Batam yang mudik. Justru perkiraan tertinggi ada pada 26 Maret saat sudah balik ke Batam,” ujarnya.
Berdasarkan data PLN, pada 20 Maret 2026 beban listrik diperkirakan sebesar 547,9 MW, kemudian naik tipis menjadi 556,3 MW pada 21 Maret 2026. Meskipun beban listrik periode RAFI 2026 ini diprediksi naik 19 persen dibanding tahun lalu, cadangan daya tetap terjaga di level aman dengan reserve margin di atas 58 persen.
Pasukan Siaga dan Peralatan Tempur
PLN Batam tidak ingin kecolongan. Selain memastikan stok energi primer untuk pembangkit tetap aman, sebanyak 35 posko siaga telah didirikan. Tak tanggung-tanggung, 712 personel ahli diterjunkan untuk mengawal keandalan sistem selama 24 jam penuh.
“Personel tersebut terdiri dari petugas pengatur beban, pembangkitan, transmisi, gardu induk, distribusi, hingga tim teknologi informasi dan logistik,” kata Samsul merinci kesiapan timnya.
Tak hanya manusia, armada pendukung juga disiagakan di berbagai titik strategis. Mulai dari kendaraan operasional, genset mobile, gardu portable, hingga trafo mobile siap meluncur jika terjadi gangguan mendadak di lapangan.
Menutup keterangannya, Samsul menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan bentuk komitmen PLN Batam memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Strategi operasi kami fokus pada menjaga kecukupan neraca daya, memastikan kesiapan pembangkit, serta memaksimalkan monitoring sistem agar pasokan listrik tetap andal selama periode RAFI,” pungkasnya.

Komentar Via Facebook :