Update Kecelakaan Tugboat Tanjung Uncang: SAR Cari Kru Hilang, Perusahaan Siap Tanggung Santunan

Update Kecelakaan Tugboat Tanjung Uncang: SAR Cari Kru Hilang, Perusahaan Siap Tanggung Santunan

Kecelakaan laut terjadi di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Nurjali

Batam, Batamnews – Kecelakaan laut terjadi di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Sabtu, 7 Maret 2026 siang. Sebuah kapal tugboat terbalik setelah dihantam ombak besar saat sedang membantu mendorong kapal lain.

Insiden nahas itu menewaskan tiga orang kru kapal. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan hingga malam hari.

Manajemen PT Pradana Samudra Lines, selaku perusahaan penyedia kru, menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas musibah ini. Manajer Agensi perusahaan, Moh. Fatur Akbar, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

Baca juga: Tugboat Terbalik Telan Korban, PT Pradana Samudra Lines Bertanggungjawab

"Kami akan menanggung seluruh biaya santunan, asuransi, hingga biaya pemakaman," ujar Fatur saat dikonfirmasi di Batam.

Menurut Fatur, seluruh kru yang menjadi korban merupakan awak kapal yang memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaannya. Ia menegaskan, tidak ada keterkaitan hubungan kerja antara para korban dengan perusahaan pemilik lokasi kejadian, PT ASL.

"Kami adalah manajemen kru. Para awak kapal berada di bawah naungan kami, tidak ada sangkut pautnya dengan manajemen PT ASL," tegasnya.

Fatur menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi selamat, kecelakaan terjadi saat kondisi cuaca dan arus laut sedang kuat. Kapal tugboat yang sedang bertugas justru terdorong ombak besar hingga akhirnya terbalik.

"Sebagian kru saat kejadian berada di luar kapal untuk memperbaiki tali. Yang lainnya masih di dalam," katanya.

Meski kejadian tersebut di luar dugaan, Fatur memastikan bahwa seluruh kru telah menjalankan tugas sesuai prosedur operasi standar (SOP) yang berlaku.

Pihak perusahaan juga telah berkomunikasi dengan keluarga para korban. Rencananya, seluruh proses pemakaman akan dilakukan di Kota Batam.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, menyebutkan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 17.57 WIB. Insiden sendiri terjadi tiga jam sebelumnya, saat kapal tugboat sedang menarik kapal kargo Kyparissia.

"Dari lima orang yang berada di kapal, tiga ditemukan meninggal dunia, satu selamat, dan satu masih kami cari," kata Fazzli.

Baca juga: Kapal Terbalik di Perairan PR ASL Tanjung Uncang Batam, Tiga Awak Tewas dan Satu Masih Hilang

Ketiga korban meninggal dunia adalah Abdul Rahman (kapten kapal), Guntur Pardede (chief), dan Jhonson Bertuahman Damanik (kepala kamar mesin). Sementara korban selamat bernama M. Habib Ansyari.

Satu kru yang masih dalam pencarian adalah Yusuf Tankin, yang menjabat sebagai second engineer. Tim SAR gabungan dari Kantor SAR Tanjungpinang, VTS Batam, Polairud Polda Kepri, dan pihak PT ASL masih menyisir perairan sekitar lokasi kejadian hingga berita ini diturunkan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :