Hidupkan Tradisi Lampu Colok, Kecamatan Singkep Adakan Lomba Pintu Gerbang 7 Likur

Hidupkan Tradisi Lampu Colok, Kecamatan Singkep Adakan Lomba Pintu Gerbang 7 Likur

Salah satu pintu gerbang 7 likur yang ada di Singkep. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Lingga, Batamnews – Pemerintah Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, tahun ini akan menggelar perlombaan pintu gerbang tingkat kecamatan dalam rangka memeriahkan tradisi Lampu Colok Tujuh Likur.

Sejak diumumkan, antusiasme masyarakat langsung terasa. Warga dari berbagai desa mulai bersiap membangun dan menghias pintu gerbang dengan kreativitas masing-masing. Ada yang menonjolkan ornamen Melayu, ada pula yang menyiapkan desain dengan sentuhan inovasi baru tanpa meninggalkan unsur tradisional.

Camat Singkep, Agustiar, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah pemerintah kecamatan untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan warga.

“Tahun ini akan mengadakan perlombaan pintu gerbang tingkat kecamatan, yang mana masyarakat cukup antusias untuk membuat pintu gerbang,” ujar Agustiar saat diwawancarai, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, perlombaan ini tidak hanya soal menang atau kalah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari pelestarian tradisi Lampu Colok Tujuh Likur yang sudah mengakar dan diwariskan secara turun-temurun.

“Kami dari pemerintah kecamatan berinisiatif untuk melombakannya,” katanya.

Agustiar menjelaskan, seluruh desa telah menerima kriteria penilaian. Pemerintah kecamatan juga sedang menyiapkan tim juri agar proses penilaian berjalan objektif dan transparan.

“Kriterianya sudah disampaikan pada desa, jurinya dalam penilaian pintu gerbang ini mungkin kami ambil per-desa, perwakilan-perwakilan desa untuk menilai desa masing-masing, tapi ada juga juri yang kami tempatkan selaku perwakilan kecamatan,” jelasnya.

Menariknya, setiap desa tidak dibatasi dalam jumlah karya yang ditampilkan. Kreativitas benar-benar diberi ruang.

“Masing-masing desa silakan membuat satu, dua ataupun tiga tidak apa-apa yang penting kita nilai seperti keindahan, kerapian dan inovasinya bagaimana,” ungkap Agustiar.

Dalam penilaian nanti, lampu colok menjadi elemen utama. Susunan lampu minyak yang menyala serempak di malam Tujuh Likur akan menjadi daya tarik tersendiri.

“Lampu-nya dinilai lampu colok, lalu gerbangnya menyebrang jalan,” ujarnya.

Tradisi Pintu Gerbang Lampu Colok Tujuh Likur sendiri merupakan bagian dari budaya masyarakat Melayu menjelang akhir Ramadan. Gerbang-gerbang yang dihiasi lampu minyak biasanya berdiri megah di jalan kampung, memancarkan cahaya hangat yang menciptakan suasana sakral sekaligus meriah.

Melalui perlombaan ini, Pemerintah Kecamatan Singkep berharap silaturahmi antarwarga semakin erat dan kreativitas generasi muda terus tumbuh dalam menjaga tradisi daerah. Ke depan, kegiatan ini ditargetkan menjadi agenda tahunan yang kian semarak dari tahun ke tahun.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :