Komando Batam Bongkar Praktik Calo Akun Grab, Dua Karyawan Diduga Terlibat Pungli R2 dan R4

Komando Batam Bongkar Praktik Calo Akun Grab, Dua Karyawan Diduga Terlibat Pungli R2 dan R4

Komunitas Driver Online (Komando) Batam berhasil membongkar dugaan praktik percaloan (calo) dalam pembuatan akun mitra pengemudi yang melibatkan orang dalam.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Komunitas Driver Online (Komando) Batam berhasil membongkar dugaan praktik percaloan (calo) dalam pembuatan akun mitra pengemudi yang melibatkan orang dalam. Dua oknum karyawan Grab di Batam diduga kuat terlibat dalam skema pendaftaran berbayar ilegal untuk calon driver baru.

Ketua Komando Batam, Feriyandi Tarigan, membenarkan adanya temuan tersebut. Saat dikonfirmasi mengenai keterlibatan oknum internal aplikator dalam praktik pungutan liar ini, ia memberikan pernyataan tegas.

"Ya benar, Bang," ujar Feriyandi, memvalidasi laporan bahwa anggotanya telah mengamankan pihak-pihak yang terlibat.

Berdasarkan penelusuran Komando Batam, salah satu figur sentral dalam kasus ini diketahui bernama Panji. Panji diduga berperan sebagai perantara yang menyasar para calon driver. Ia menipu korban dengan menjanjikan bisa meloloskan pembuatan akun Grab Bike (R2) maupun Grab Car (R4) secara instan melalui jalur belakang dengan syarat membayar sejumlah uang.

Padahal, pendaftaran mitra pengemudi seharusnya mengikuti prosedur resmi yang ditetapkan oleh perusahaan tanpa biaya pungutan liar.

Beroperasi Sejak Tahun Lalu

Praktik curang ini disinyalir telah merugikan banyak calon mitra. Saat dikonfrontasi oleh pihak Komando, Panji akhirnya buka suara mengenai durasi operasinya.

"Kemarin si Panji sudah menceritakan (bahwa ia) menjalankan sejak Mei 2025," ungkap Feriyandi.

Pengakuan ini mengindikasikan bahwa kebocoran sistem rekrutmen di tingkat lokal sudah berlangsung cukup lama sebelum akhirnya terendus oleh komunitas driver.

Menyikapi pengakuan para pelaku, Komando Batam mengajukan tuntutan keras demi menjaga integritas profesi ojek online di Batam. Feriyandi menegaskan bahwa para pelaku telah mengakui perbuatannya.

Langkah pertama yang didesak oleh Komando adalah restitusi atau pengembalian dana bagi para korban.

"Mereka sudah mengaku. Kita minta uang yang akunnya belum jadi agar dikembalikan kepada korban," jelas Feriyandi.

Selain itu, Komando Batam mendesak manajemen Grab untuk tidak memandang remeh kasus ini dan segera menjatuhkan sanksi terberat bagi oknum internal yang terlibat.

"Komando meminta ke pihak Grab agar dua karyawan yang bermain itu dipecat dari Grab," tegas Feriyandi menutup keterangannya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :