Tebing Curam Tanpa Pengaman, Proyek Pemotongan Lahan PT Jutam di Tanjung Sengkuang Batam Buat Was-was Warga

Tebing Curam Tanpa Pengaman, Proyek Pemotongan Lahan PT Jutam di Tanjung Sengkuang Batam Buat Was-was Warga

Suasana mencekam menyelimuti warga Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, pada Jumat (20/2/2026) malam. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Suasana mencekam menyelimuti warga Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, pada Jumat (20/2/2026) malam. Akibat aktivitas pemotongan lahan di perbukitan sekitar, puluhan rumah warga diterjang banjir lumpur dan bebatuan yang turun dari ketinggian.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi pemotongan lahan (cut and fill) yang dilakukan oleh PT Jutam berada dalam posisi yang sangat riskan, yakni tepat di atas pemukiman padat penduduk.

Kondisi bukit yang telah dikupas tersebut terlihat sangat curam tanpa adanya dinding penahan tanah (retaining wall) atau pengaman tebing yang memadai.

Ketiadaan pembatas ini membuat material tanah dan bebatuan dengan mudah meluncur ke bawah saat hujan deras mengguyur. Warga menyatakan rasa cemas yang mendalam karena tidak adanya benteng pelindung yang memisahkan area proyek dengan rumah tinggal mereka.

Jika hujan kembali turun, ancaman longsor susulan dipastikan akan menghantui warga kapan saja.

Kejadian yang berlangsung pada malam hari ini memperburuk situasi. Lumpur pekat berwarna kemerahan menyelimuti jalanan hingga masuk ke dalam rumah dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.

Beberapa penghuni rumah bahkan sempat terjebak di dalam ruangan karena pintu rumah terganjal material tanah dan air yang terus merangsek masuk. Evakuasi mandiri dilakukan warga di tengah kegelapan, berusaha menyelamatkan barang-barang berharga yang sebagian besar sudah terendam lumpur.

Menanggapi bencana ini, Ketua RT 02, Desriadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas aktivitas di bukit tersebut.

"Waalaikumsalam, sudah ada kesepakatan pak dengan PT Jutam. Ganti kerugian barang yang rusak akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah warga," ujar Desriadi saat dikonfirmasi.

Meski kesepakatan ganti rugi telah dicapai, warga tetap mendesak agar pihak perusahaan segera membangun sistem pengamanan di tebing bukit secara permanen.

Tanpa adanya tanggul atau penghalang yang kuat, ganti rugi dianggap hanya solusi sementara atas ancaman keselamatan nyawa yang sewaktu-waktu bisa terulang.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :