Tolak Sweeping Rumah Makan, Kemenag Kepri dan Komisi VIII DPR RI Serukan Ramadan Damai dan Toleran

Tolak Sweeping Rumah Makan, Kemenag Kepri dan Komisi VIII DPR RI Serukan Ramadan Damai dan Toleran

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kepulauan Riau, Zoztafia. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Memasuki bulan suci Ramadan, seruan untuk menjaga toleransi dan ketentraman masyarakat semakin menguat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kepulauan Riau, Zoztafia, bersama Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyampaikan pesan tegas agar masyarakat saling menghargai serta menghindari aksi sepihak seperti sweeping terhadap rumah makan.

Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Zoztafia, menekankan bahwa kunci utama menjalani Ramadan di tengah masyarakat yang majemuk adalah sikap saling memahami. Ia mengimbau warga yang tidak berpuasa untuk menghormati mereka yang menjalankan ibadah, sementara umat Muslim yang berpuasa diminta meningkatkan kesabaran.

"Jaga ketentraman ini. Semestinya kita lebih mempererat hubungan kemesraan. Tokoh agama ya semuanya normatif, pasti pahamlah itu," ujar Zoztafia saat memberikan keterangan kepada media, Jumat (20/2/2026).

Ia juga mencontohkan praktik kerukunan yang terbangun di lingkungan Kanwil Kemenag Kepri. Menurutnya, harmoni harus dimulai dari institusi dan lingkungan kerja.

"Kami di Kanwil itu kan banyak orang Kristen, Hindu, Buddha, di dalam itu sangat harmonis. Saya kira tokoh agama pasti paham (untuk menjaga situasi)," tambahnya.

Terkait keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas), Zoztafia kembali mengingatkan pentingnya sikap saling menghargai di tengah perbedaan.

"Imbauannya saling menghargai lah. Yang tidak berpuasa memahami orang yang sedang berpuasa," tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menegaskan bahwa ibadah puasa merupakan pilihan spiritual yang tidak diwajibkan bagi setiap orang, karena bergantung pada kondisi dan keyakinan masing-masing.

Marwan menilai aksi sweeping terhadap rumah makan sebagai tindakan yang tidak tepat dan berpotensi merusak harmoni sosial yang telah terbangun.

"Sweeping itu tidak baik dan justru membuat kontraproduktif dalam membangun harmoni kemasyarakatan. Belum tentu orang yang makan di situ adalah orang yang seharusnya berpuasa," jelas Marwan.

Ia mengajak umat Muslim untuk memaknai berbagai tantangan di bulan Ramadan, termasuk tetap beroperasinya rumah makan, sebagai ujian untuk memperkuat keimanan.

"Lebih baik dianggap sebagai penambah kekuatan iman dan pahala. Semakin banyak tantangan, semakin kuat kita menahan, maka semakin banyak pahalanya," imbuhnya.

Meski menolak aksi sweeping, Marwan juga mengingatkan masyarakat yang tidak berpuasa agar tetap menjaga etika di ruang publik demi mencegah gesekan sosial.

"Himbauannya tetap saling menjaga. Bagi yang tidak berpuasa tidak perlu pamer (saat makan) agar tidak menimbulkan emosi," tutupnya.

Seruan kedua tokoh tersebut menjadi penegasan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat toleransi, bukan memicu tindakan sepihak yang berpotensi mengganggu ketentraman masyarakat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :