Ramadan Aman Tanpa Korsleting, Ini Tips Bijak dari PLN Batam Gunakan Listrik Saat Ibadah
Ilustrasi.
Batam, Batamnews - Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas di rumah, mulai dari sahur, berbuka puasa, hingga salat tarawih. Perubahan pola kegiatan ini otomatis ikut mengubah pola penggunaan listrik.
Selama kegiatan puasa Ramadan, aktivitas seperti sahur dan berbuka puasa sering mengubah pola penggunaan listrik. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya yang bisa muncul akibat penggunaan listrik yang tidak hati-hati.
Bahaya korsleting dan kebakaran menjadi ancaman nyata jika instalasi maupun peralatan elektronik tidak digunakan dengan benar. Apalagi, puncak penggunaan listrik biasanya terjadi saat persiapan berbuka, pelaksanaan salat tarawih, dan sahur. Pada jam-jam tersebut, beban listrik cenderung meningkat.
Untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan, PLN Batam melalui akun media sosialnya menyebut ada beberapa langkah tegas yang perlu diperhatikan.
Pertama, cabut stopkontak segera setelah alat elektronik selesai digunakan. Membiarkan perangkat tetap terhubung dengan listrik dapat memicu korsleting atau bahkan kebakaran.
Kedua, periksa instalasi listrik di rumah. Pastikan kabel, fitting lampu, dan komponen lainnya sudah sesuai standar yang berlaku. Gunakan peralatan yang telah teruji dan memenuhi SNI serta memiliki SLO (Sertifikat Laik Operasi) agar lebih aman.
Ketiga, gunakan listrik secara bijak. Hindari mengambil daya listrik secara ilegal, seperti menyambungkan listrik langsung dari tiang listrik. Selain melanggar aturan, tindakan tersebut sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kebakaran hingga tersengat listrik.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lebih aman dan nyaman, tanpa dihantui risiko gangguan listrik yang membahayakan.

Komentar Via Facebook :