Menara Masjid Agung Jadi Titik Pantau Hilal Awal Ramadhan 1447 H, Kemenag Batam Libatkan BMKG dan Ormas Islam
Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam.
Batam, Batamnews – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam hari ini, Selasa (17/2/2026), menggelar pelaksanaan Rukyatul Hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dipusatkan di Menara Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah, Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, mulai pukul 16.30 WIB.
Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat untuk memastikan jatuhnya 1 Ramadan 1447 H. Hasil pemantauan dari titik Batam akan langsung dilaporkan ke Kementerian Agama RI di Jakarta sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat nasional.
"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M. Kami mengundang berbagai elemen terkait untuk hadir dan menyaksikan langsung prosesi ini," ujar Budi Dermawan dalam surat undangan resminya tertanggal 10 Februari 2026.
Pemilihan Menara Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai lokasi pemantauan menandai pergeseran titik pantau utama di Batam dalam beberapa tahun terakhir. Jika menilik ke belakang, lokasi pengamatan hilal di Batam memang kerap berpindah.
Pada tahun 2018 (1439 H), misalnya, pemantauan dilaksanakan di Bukit Dangas, Sekupang, yang saat itu dinilai strategis karena posisinya tinggi dan menghadap laut. Di tahun-tahun berikutnya, kawasan Tanjung Pinggir juga beberapa kali menjadi opsi karena minim halangan visual atau obstruksi.
Namun, untuk tahun 2025 dan 2026, Menara Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah di Tanjung Uncang dinilai lebih representatif dari sisi fasilitas dan aksesibilitas. Selain itu, ketinggiannya dianggap memadai untuk membidik ufuk barat sebagai titik penting dalam rukyatul hilal.
Untuk menjaga akurasi data, Kemenag Batam menggandeng sejumlah instansi teknis dan organisasi keagamaan. Berdasarkan lampiran undangan, pihak-pihak yang dijadwalkan hadir antara lain Kepala BMKG Batam sebagai tim teknis astronomi, Ketua Pengadilan Agama Batam Kelas 1A, Kabag Kesra Pemko Batam, Ketua MUI Kota Batam, pimpinan ormas Islam seperti PC NU, PC Muhammadiyah, PC Al-Washliyah, PC PERTI, LDII, serta Badan Hisab Rukyat (BHR) Kota Batam.
Secara nasional, Kementerian Agama RI menggelar pemantauan hilal di 96 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Kepulauan Riau, selain di Batam, titik pantau utama lainnya yang sering digunakan adalah Pantai Tanjung Setumu di Tanjungpinang dan Pantai Pelawan di Karimun.
Masyarakat diimbau untuk menunggu hasil keputusan resmi pemerintah melalui Sidang Isbat yang akan digelar malam ini setelah proses rukyatul hilal selesai di seluruh wilayah Indonesia.

Komentar Via Facebook :