Bendahara RSBP Batam Ditemukan Tewas, Keluarga Enggan Beri Penjelasan ke Media

Bendahara RSBP Batam Ditemukan Tewas, Keluarga Enggan Beri Penjelasan ke Media

Sapto Agus Nugroho, Bendahara Keuangan BP Batam yang bertugas di Rumah Sakit BP Batam.

Nurjali

Batam, Batamnews – Hingga saat ini, teka-teki di balik kematian Sapto Agus Nugroho, Bendahara Keuangan BP Batam yang bertugas di Rumah Sakit BP Batam, masih menyisakan pertanyaan. Pihak keluarga memilih bungkam seribu bahasa dan enggan memberikan keterangan apa pun kepada media, Rabu, 18 Februari 2026 sore.

Pantauan di rumah duka yang terletak di Komplek Ditpam Blok S No 5, Kelurahan Sukajadi, terlihat sederet karangan bunga ucapan belasungkawa. Sapto yang telah mengabdi selama 25 tahun di BP Batam ini telah dimakamkan pada Minggu, 15 Februari 2026 kemarin.

"Jenazahnya sudah dimakamkan Minggu kemarin," ujar seorang kerabat korban yang baru tiba dari Jawa Timur.

Baca juga: Misteri Kematian Bendahara RSBP Batam: Ponsel di Kantor, Motor Raib

Kerabat tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya Sapto. Ia hanya mendapat kabar duka dan langsung terbang ke Batam. "Apa penyebabnya mungkin pihak keluarga yang tahu persis, saya tidak bisa memberikan keterangan," ucapnya singkat.

Informasi yang dihimpun di lapangan mengungkap sejumlah kejanggalan. Pada Kamis, 12 Februari 2026 pagi sekitar pukul 07.00 WIB, korban terlihat berangkat ke kantornya di Sekupang menggunakan sepeda motor. Ia sempat mengisi absen dan masuk ke ruangan.

Namun, tak sampai 15 menit kemudian, Sapto keluar kantor sendirian menggunakan motor sambil membawa satu tas. Yang janggal, telepon genggam miliknya justru tertinggal di atas meja kerja.

Tiga hari kemudian, misteri mulai terkuak. Seorang nelayan di perairan Galang dikejutkan dengan temuan sesosok mayat pria yang tersangkut di bubu atau perangkap ikannya. Saat bubu ditarik, nelayan itu merasakan beban yang lebih berat dari biasanya.

"Saat dicek, ternyata ada sesosok tubuh pria tersangkut di dalam perangkap," kata Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi membengkak, diduga telah hanyut di laut selama beberapa hari. Korban mengenakan baju kaos tanpa identitas apa pun di tubuhnya. Jasad langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk autopsi dan penyelidikan lebih lanjut.

Teka-teki bertambah setelah pada Senin, 16 Februari 2026 malam, warga menemukan sebuah sepeda motor Yamaha Mio warna kuning bernomor polisi BP 4908 AO tergeletak tersembunyi di semak-semak kawasan Dam Sei Gong. Motor tersebut diketahui merupakan kendaraan yang biasa digunakan korban.

Baca juga: Identitas Mayat Mengapung di Galang Terungkap, Ternyata Karyawan RSBP Batam

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M Debby Tri Andrestian, membenarkan pihaknya masih mendalami kasus ini. Dari hasil pemeriksaan sementara, ponsel dan dompet korban ditemukan masih berada di dalam kantornya.

"Kita masih dalami kasus ini. Beberapa orang saksi juga sudah dimintai keterangan," ujarnya singkat. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian serta kronologi lengkap masih menjadi misteri yang menunggu untuk diungkap.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :