Drainase Ditutup Proyek Lapangan Padel, Kadis BMSDA Batam: Kita Cek PBG-nya

Drainase Ditutup Proyek Lapangan Padel, Kadis BMSDA Batam: Kita Cek PBG-nya

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Metra Dinata. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Metra Dinata, akhirnya angkat bicara terkait keluhan masyarakat mengenai aktivitas pembangunan sarana olahraga "Rally Padel" di Jalan Laksamana Bintan, Sei Panas.

Proyek yang berada tepat di seberang SPBU Sei Panas tersebut diduga melakukan penimbunan yang menutup saluran drainase induk.

Merespons laporan tersebut, Metra Dinata menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah penindakan. Ia telah menginstruksikan bidang terkait untuk melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Bidang (Kabid) bagian drainase. Nanti mereka akan turun ke lapangan untuk mengecek hal tersebut," ujar Metra Dinata saat dikonfirmasi batamnews.co.id, Selasa (17/02/2026).

Metra juga menekankan bahwa timnya akan memeriksa kelengkapan perizinan, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta memanggil pemilik proyek untuk dimintai klarifikasi terkait penutupan jalur air tersebut.

"Nanti kita akan cek PBG-nya bersama dengan CKTR dan (tanya) kepada pemilik lapangan tersebut. Kita akan pertanyakan kenapa drainase itu ditutup. Tim kami akan turun ke lapangan nantinya," tegasnya.

Sebelumnya, aktivitas pembangunan di lahan tersebut menuai sorotan tajam. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (16/02/2026), sejumlah alat berat ekskavator terlihat sibuk meratakan tanah merah.

Pagar seng pembatas proyek tampak terbuka, memperlihatkan tumpukan material tanah dan puing yang menjorok hingga ke bibir jalan, menimbun area yang seharusnya menjadi jalur aliran air vital bagi kawasan tersebut.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan dampak lingkungan yang serius. Hadi, salah seorang warga sekitar, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaksana proyek yang dinilai abai terhadap dampak lingkungan, khususnya potensi banjir di wilayah hilir.

"Ini paritnya malah ditutup tanah timbunan. Padahal drainase ini jalur air vital," ujar Hadi dengan nada kesal.

Menurut Hadi, aliran air dari Jalan Laksamana Bintan ini mengarah langsung ke kawasan Bengkong, khususnya area sekitar SMP Negeri 6 Batam. Wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai titik rawan banjir setiap kali hujan deras mengguyur Batam.

"Daerah Bengkong, apalagi dekat SMPN 6 itu sudah sering sekali banjir kalau hujan. Itu air kiriman dari atas (Sei Panas). Kalau di sini paritnya ditutup atau tersumbat karena proyek Rally Padel ini, otomatis air akan meluap liar. Bukannya berkurang, banjir di sana pasti makin parah nanti," tambahnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :