Bukan Sekadar Kartu: Wali Kota Batam Sebut KIA Bukti Kehadiran Negara untuk Perlindungan Anak

Bukan Sekadar Kartu: Wali Kota Batam Sebut KIA Bukti Kehadiran Negara untuk Perlindungan Anak

Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra saat berada di SDN 006 Batam Kota.

Nurjali

Batam, Batamnews — Tepuk tangan riuh dan senyum lebar mewarnai halaman SDN 006 Batam Kota, Kepulauan Riau, Kamis, 12 Februari 2026. Puluhan anak duduk rapi sambil memegang kartu mungil berwarna biru. Di depan mereka, Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra tengah membagikan Kartu Identitas Anak (KIA) satu per satu.

Bagi Amsakar, kartu itu bukan sekadar secarik plastik berlaminasi.

"Ini bentuk kehadiran negara. Anak-anak kita harus punya identitas resmi, agar hak-hak mereka terjamin dan terlindungi," ujarnya di hadapan para guru dan siswa.

Baca juga: Tanjungpinang Salurkan 360 Paket Sembako untuk Warga Imlek 2026 di Vihara Yen Shi

Ia meminta para orang tua dan guru ikut menjelaskan arti penting kartu tersebut. Bukan hanya soal administrasi, tapi juga kebanggaan sebagai warga negara yang diakui negara.

KIA, kata Amsakar, jadi gerbang pertama anak mengakses layanan publik—dari pendaftaran sekolah hingga pelayanan kesehatan. Data kependudukan anak pun tercatat sejak dini, berlaku hingga mereka berusia 16 tahun dan nantinya beralih ke KTP elektronik.

Di sela-sela pembagian kartu, Amsakar menyisipkan pesan khusus untuk para pendidik.

"Kita semua bisa berdiri di sini karena pendidikan. Masa depan Batam ada di tangan anak-anak yang kita didik hari ini," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak sejalan dengan Asta Cita Presiden RI yang menempatkan sumber daya manusia sebagai prioritas nasional.

Senada, Li Claudia Chandra menyebut KIA juga alat untuk membangun rasa percaya diri anak.

"Ini bukan kartu biasa. Ini bukti mereka diakui, terdata, dan menjadi kebanggaan," kata Li Claudia.

Dengan data kependudukan yang akurat sejak dini, pemerintah bisa menyusun program pendidikan dan perlindungan anak yang tepat sasaran.

Kegiatan sederhana itu menjadi penanda komitmen Pemerintah Kota Batam. Bahwa membangun kota tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tapi juga menanam identitas dan harga diri sejak bangku sekolah dasar.

Baca juga: BP Batam Terima Kunjungan Kerja Kedutaan Besar Jerman, Bahas Peluang Investasi Sektor Maritim dan Galangan Kapal

Hadir mendampingi, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, Kepala Disdukcapil Sri Miranty Adhisty, Kepala Dinas Pendidikan Hendri Arulan, Camat Batam Kota Dwiki Septiawan, Kepala SDN 006 Batam Kota Nilahaflinda, serta para lurah se-Kecamatan Batam Kota.

Anak-anak itu pulang dengan kartu di tangan. Pemerintah pulang dengan janji yang tak putus: bahwa setiap anak Batam tercatat, diakui, dan menjadi prioritas.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :