Bawa 50 Ton Minyak Diesel, 5 Kru Warga Negara Indonesia Ditahan di Melaka
Kapal tongkang yang dinahkodai oleh Warga negara Indonesia yang ditahan di Malaysia. (APMM)
Batam, Batamnews – Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Melaka dan Negeri Sembilan berjaya menahan sebuah kapal tangki yang membawa muatan kira-kira 50 ton metrik minyak diesel bernilai hampir RM180,000 atau setara 800 juta rupiah lebih, tanpa dokumen sah di perairan Melaka, semalam.
Kapal tersebut ditahan pada jam 3.45 petang, 7 Februari 2026, oleh bot ronda APMM yang melaksanakan Operasi MURNI dan Operasi TIRIS 3.0. Lokasi penahanan adalah kira-kira satu batu nautika di barat daya Pulau Melaka.
Dilansir dari media resmi Melaka, Pengarah APMM Melaka dan Negeri Sembilan, Kapten Maritim Salehuddin Zakaria, menyebutkan bahwa pemeriksaan awal mendapati nakhoda kapal gagal menunjukan invois pembelian dan tidak memiliki izin resmi kapal kargo dalam dokumen keberangkatan kapal yang diperlukan.
Baca juga: MJ, Guru SMK Negeri di Batam, Diduga Cabuli Siswa di Sekolah Usai Jam Pelajaran
“Kapal itu dikendalikan oleh lima anak kapal warga Indonesia yang berusia antara 21 hingga 62 tahun. Tindakan penahanan telah dilakukan dan kes kini disiasat,” jelasnya dalam satu kenyataan media hari ini.
Beliau menambahkan bahwa kasus ini sedang disiasat mengikut Akta Kastam 1967 dan Akta Kawalan Bekalan 1961 atas kesalahan memiliki barang kawalan tanpa izin yang sah serta gagal mematuhi peraturan pengisytiharan kargo, sesuai peraturan di negara tersebut.
Kapten Maritim Salehuddin menegaskan bahwa APMM akan terus mempergiatkan pemantauan dan rondaan di perairan negara.
Langkah ini untuk mempersempit segala bentuk aktivitas penyelewengan dan penyelundupan bahan bakar yang bukan saja merugikan dari segi hasil negara, malah berpotensi menganggu kestabilan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Baca juga: Jadwal Ferry Telaga Punggur–Tanjung Balai Karimun Berubah, ASDP Sampaikan Pengumuman Resmi
Tindakan tegas ini menunjukkan komitmen bagi APMM dalam memberantas kegiatan di wilayah maritimnya yang menyalahi undang-undang.

Komentar Via Facebook :