Mengaku Pilot Asal Singapura, Pria Tipu Klinik Psikologi di Batam 

Mengaku Pilot Asal Singapura, Pria Tipu Klinik Psikologi di Batam 

Seorang pria mengaku sebagai Pilot dari Singapura (istimewa)

Nurjali

Batam, Batamnews - Sebuah dugaan penipuan kembali menimpa penyedia jasa di Batam. Kali ini, korban adalah sebuah klinik psikologi yang dirugikan oleh seorang pria warga negara Singapura.

Pelaku berinisial JKJ atau Jack (23) mendatangi klinik milik MPS di Batam pada Sabtu, 7 Juni 2025. 

Jack mengaku sebagai mantan pilot tempur yang sedang beralih ke penerbangan komersial dan membutuhkan Psychologist’s Recommendation Report untuk pelatihan penerbangannya di Batam, dengan biaya training yang diklaim mencapai Rp1 miliar.

Baca juga: Kemenkes Dukung Pengembangan Layanan Prioritas di RSBP Batam

Dengan narasi meyakinkan, ia berhasil mendapatkan rekomendasi dan menjalani evaluasi psikologi selama empat jam. Ia bahkan mendapat fasilitas penerjemah. Biaya jasa yang disepakati adalah SGD 400.

Namun, saat pembayaran, Jack mulai berulah. Ia beralasan tidak membawa uang tunai dan hanya menunjukkan tangkapan layar yang diklaim sebagai bukti transfer dari bank Singapura. Hingga berbulan-bulan, dana tak kunjung masuk ke rekening klinik.

Pihak klinik memberi tenggat waktu penyelesaian secara kekeluargaan dari Juli hingga Desember 2025. Namun, Jack selalu menolak memberikan kode bukti transfer internasional (MT103 SWIFT) yang sah dengan berbagai alasan.

“Biasanya warga Singapura sangat cekatan menyelesaikan masalah pembayaran. Jack malah berbelit-belit. Ini indikasi niat menipu sejak awal,” kata CR, perantara yang merekomendasikan Jack ke klinik tersebut.

Baca juga: Jalan di Pulau Penyengat Telah Diperbaiki 100 Persen, Pembangunan Tugu Bahasa Segera Dimulai

Puncaknya terjadi pada Minggu pagi, 8 Februari 2026. Saat didesak memberikan bukti sah, Jack malah memblokir semua kontak dan menghilang. Ia diduga telah membawa lari hasil laporan psikologi resmi tanpa membayar.

Klinik korban, didampingi tim hukum, kini telah melaporkan kasus ini ke Polda Kepri untuk ditindaklanjuti. Masyarakat dan pelaku usaha di Batam diimbau untuk waspada terhadap modus serupa.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :