Cari Tahu Kadar Racun, DLH Batam Ambil Sampel Limbah Hitam yang Cemari Pesisir Dangas
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, Firmansyah. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews – Pemandangan asri di pesisir Sekupang mendadak berubah memprihatinkan. Garis pantai yang biasanya bersih kini tertutup lapisan material hitam pekat. Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung bergerak cepat melakukan investigasi mendalam di perairan tersebut.
Pencemaran ini dipicu oleh insiden kandasnya kapal LCT Mutiara Galrib Samudera di perairan Dangas, Kelurahan Tanjung Pinggir. Kapal pengangkut tersebut diketahui membawa muatan masif berupa sekitar 200 jumbo bag berisi limbah hitam. Karena posisi kapal yang tidak stabil, muatan tersebut diduga pecah dan meluber ke laut hingga terbawa arus ke bibir pantai.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, Firmansyah, mengonfirmasi bahwa tim teknis dari DLH sudah diterjunkan ke lokasi untuk mengambil sampel. Meski dampak pencemaran terlihat jelas secara kasat mata, pemerintah masih menunggu hasil laboratorium untuk menentukan tingkat bahayanya.
“DLH sudah turun ke lokasi dan melakukan investigasi. Hasilnya nanti akan kami laporkan kepada Pak Wali. Saat ini masih dikaji sehingga belum diketahui kategori limbah tersebut,” ujar Firmansyah, Selasa (3/2/2026).
Firmansyah menegaskan bahwa Pemko Batam akan bersikap tegas jika ditemukan adanya zat berbahaya yang mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat.
“Kami juga akan membentuk tim khusus apabila memang limbah itu tergolong berbahaya bagi lingkungan,” tambahnya.
Dampak yang Meresahkan Warga
Peristiwa memilukan ini bermula pada Kamis sore (29/1/2026). Akibat tumpahan material tersebut, dua titik wisata populer, yakni Pantai Dangas dan Pantai Tangga Seribu di Patam Lestari, kini menghitam tertutup limbah.
Bukan hanya merusak pemandangan, warga sekitar mulai mengeluhkan aroma menyengat yang menyesakkan pernapasan. Kekhawatiran akan dampak kesehatan jangka panjang pun mulai menghantui masyarakat pesisir.
Berdasarkan penelusuran dari kesaksian warga, limbah tersebut diduga berasal dari aktivitas kapal tanker di perairan Batu Ampar yang dibongkar di Pelabuhan Bintang 99. Rencananya, limbah tersebut akan dibawa menuju kawasan Kabil untuk diolah. Namun sayang, di tengah perjalanan, kapal mengalami kendala teknis hingga akhirnya kandas dan mencemari perairan Sekupang.

Komentar Via Facebook :