Ultimatum Li Claudia ke PT ABH: Air 24 Jam atau Putus Kerja Sama!

Ultimatum Li Claudia ke PT ABH: Air 24 Jam atau Putus Kerja Sama!

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Nurjali

Batam, Batamnews – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan peringatan keras dan ultimatum kepada PT Air Batam Hilir (ABH). Intinya: penuhi kebutuhan air warga, atau kerja sama diputus.

"Kalau tidak (bisa memenuhi kebutuhan air warga) kita putus saja, tak usah kerja sama! Saya maunya ada air untuk warga saya. Dan ke depan kalau memang kerja sama (berlanjut) harus 24 jam ada air bersih!" tegas Li Claudia dalam rapat dengan petinggi PT ABH, Sabtu, 24 Januari 2026, kemarin.

Pernyataan tegas itu disampaikan dalam rapat yang dihadiri Direktur dan Deputi Badan Pengusahaan (BP) Batam. Rapat digelar khusus untuk membahas dan menyelesaikan krisis air bersih yang melanda wilayah Tanjungsengkuang, Batu Ampar. 

Baca juga: Krisis Air Batam Mulai Terurai? Air Mengalir 3 Jam Usai Demo ke BP Batam

Pertemuan ini adalah respons langsung atas aksi unjuk rasa warga di depan Kantor DPRD Kota Batam pada Kamis, 22 Januari 2026.

Li Claudia menegaskan komitmennya untuk rakyat. Ia menyatakan telah meminta kejaksaan dan deputi untuk mempelajari kontrak pengelolaan air dari era sebelum dirinya, termasuk yang melibatkan PT Moya Indonesia. 

Moya, sebagai mitra strategis BP Batam, adalah entitas di balik operasional, sementara ABH bertindak sebagai unit pelaksana teknis di lapangan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

"Kami mengadakan rapat bersama ABH untuk membahas dan menyelesaikan permasalahan air bersih di Kota Batam, khususnya di wilayah Sengkuang," jelasnya.

Wakil Wali Kota juga mendesak PT ABH untuk bekerja lebih ekstra dan maksimal. Ia menegaskan tidak ingin Batam menjadi contoh narasi kegagalan penyediaan layanan publik dasar oleh pemerintah.

Baca juga: Menteri Yandri: Dana Desa Tidak Dipotong, 1.110 Desa Terima Bantuan Hingga Rp800 Juta

Krisis air ini mencuat setelah masa konsesi pengelolaan air oleh Adhya Tirta Batam (ATB) berakhir pada 2020. BP Batam kemudian mengambil alih dan menunjuk mitra baru, dengan PT ABH yang kini berada di garda terdepan menghadapi keluhan warga. 

Ultimatum Li Claudia menjadi sinyal kuat bahwa kesabaran pemerintah terhadap kinerja penyedia air bersih di Batam telah mencapai batasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :