Ada Mafia Mainkan Beras, Mentan Amran: Sudah Ada Tersangka, Kita Bongkar Sampai Akarnya
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tidak bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap para mafia pangan yang mencoba mengacaukan harga beras. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tidak bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap para mafia pangan yang mencoba mengacaukan harga beras. Dalam Rakernas APKASI 2026, ia menegaskan tidak ada kata damai bagi mereka yang menzalimi petani.
Logika Aneh: Kirim Beras ke Daerah yang Sudah Banyak Beras
Amran membongkar modus aneh yang ditemukan di lapangan. Ada pengiriman beras dari Tanjungpinang ke Palembang. Padahal, Tanjungpinang tidak punya sawah, sedangkan Palembang justru kelebihan (surplus) stok beras sampai 1,1 juta ton.
"Ini aneh sekali. Daerah yang tidak punya sawah malah kirim beras ke daerah yang berasnya melimpah. Ini pasti ada yang main, kemungkinan beras impor ilegal. Saya sudah minta ini diusut tuntas," kata Amran.
Sikat Penyelundup di Haji Sage
Soal penyelundupan beras di Pelabuhan Haji Sage, Mentan memastikan pelakunya sudah mulai ditangkap.
"Sudah ada tersangka. Saya bilang, bongkar terus sampai ke akar-akarnya! Jangan main-main dengan nasib 115 juta orang yang bergantung pada pertanian," tegasnya lagi.
Pesan untuk Distributor: Jangan Manja soal Kualitas!
Mentan juga menyemprot para distributor yang enggan menyerap beras lokal dengan alasan kualitas atau harga. Ia meminta distributor lebih cinta pada produk dalam negeri (Merah Putih) daripada sibuk mencari celah untuk impor.
"Jangan mempermainkan nasib rakyat kecil. Stok kita banyak, kalau harga naik itu karena masalah distribusi, bukan karena barangnya tidak ada. Jadi, tolong kerja samanya," tutup Mentan.
Komentar Via Facebook :