Batam Bidik Rp9 Triliun APBD, Andalkan MICE Tourism dan Skala Prioritas
Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaludin saat memimpin rapat paripurna DPRD Kota Batam.
Batam, Batamnews - Ketua DPRD Kota Batam, Kamaludin, menegaskan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah kunci utama untuk menopang percepatan pembangunan kota. Pernyataan ini disampaikannya usai sejumlah rapat di Gedung DPRD Batam, Kamis, 8 Januari 2026, yang menyoroti arah kebijakan anggaran tahun depan.
Kamaludin optimis PAD dapat ditingkatkan pada 2026, namun menekankan pentingnya perencanaan matang. Hal ini untuk memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap optimal di tengah lonjakan pertumbuhan penduduk Batam yang pesat.
Dalam paparannya, Kamaludin mengungkap target ambisius keuangan daerah. Ia menyatakan idealnya PAD Batam harus melampaui angka Rp5 triliun untuk memungkinkan pembangunan yang merata.
Baca juga: RSBP Batam Kukuhkan Kepala Instalasi dan Ruangan, Teguhkan Komitmen Pelayanan Prima
"Saat ini PAD kita baru sekitar Rp2,5 triliun. Harapan kita, APBD bisa menembus angka di atas Rp9 triliun. Dengan anggaran sebesar itu, segala sektor yang dibutuhkan masyarakat bisa tertangani secara bertahap dan merata," ujarnya.
Ia mengingatkan, anggaran yang tidak memadai akan memaksa pemerintah menerapkan skala prioritas, yang berisiko menunda proyek-proyek infrastruktur vital.
"Kalau anggaran tidak cukup, pembangunan jalur utama misalnya, bisa tertunda. Masalahnya, tahun depan mungkin ada kebijakan baru lagi yang membuat penundaan semakin panjang. Inilah yang harus kita hindari," tambah Kamaludin.
Sebagai strategi pencapaian target, Kamaludin mendorong penguatan pariwisata, khususnya sektor MICE (Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition). Menurutnya, Batam memiliki fasilitas yang memadai untuk menjadi pusat konferensi dan eksibisi bertaraf internasional.
"Jika Batam sukses menjadi kota wisata MICE, otomatis kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik meningkat. Hal ini secara langsung akan mendongkrak retribusi dan pajak daerah secara berkelanjutan," jelasnya.
Di luar target angka, Kamaludin juga menyoroti visi kualitas hidup. Ia ingin Batam menjadi kota yang ramah bagi semua kalangan, dari lansia, anak-anak, hingga pendatang.
Ia juga memberikan catatan penting tentang keberlanjutan lingkungan dalam setiap proyek pembangunan.
Baca juga: Walikota Pastikan Batam Tak Impor Beras, Stok Premium Berlimpah dari Dalam Negeri
"Jangan sampai kita membangun tapi justru merusak lingkungan. Pembangunan harus bisa diwariskan kepada generasi berikutnya dalam kondisi yang baik. Kita butuh kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga ekosistem ini," tegasnya.
Menutup keterangannya, Kamaludin berharap seluruh jajaran pemerintah kota yang menangani pajak dan retribusi dapat bekerja lebih keras. Di tengah tingginya angka kelahiran dan arus migrasi ke Batam, ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi.

Komentar Via Facebook :