Lautan Warna di Batam Centre: Pawai Budaya Rayakan HJB ke-196 dengan Harmoni Nusantara
Pawai Budaya memperingati Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 di Dataran Engku Putri, Batam.
Batam, Batamnews - Batam Centre berubah menjadi galeri hidup yang memamerkan kekayaan busana tradisional Nusantara, Sabtu, 20 Desember 2025 kemarin. Ribuan warga memadati Dataran Engku Putri dalam Pawai Budaya memperingati Hari Jadi Batam (HJB) ke-196.
Acara tersebut bukan sekadar perayaan, tapi penegasan harmoni dalam keberagaman di kota multikultural ini.
Pawai secara resmi dilepas oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra. Keduanya turut mengenakan pakaian adat, menyatu dengan lautan peserta yang berasal dari Forkopimda, OPD, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai paguyuban etnis yang menghuni Batam.
Baca juga: Diskon 19% Tarif Penyeberangan Nataru 2025/2026, Berlaku 22 Des-10 Jan
Dalam sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat merefleksikan perjalanan panjang Batam.
“Peringatan ini bukan hanya soal usia, tapi tentang sejarah besar. Dari wilayah kecil, Batam kini menjadi pusat logistik dan perdagangan bebas yang vital,” ujarnya. Ia menegaskan, Batam telah membuktikan diri sebagai penggerak ekonomi nasional.
Tahun ini, Batam mengusung tema Unggul dan Berdaya Saing. Amsakar menekankan, kota ini harus berada di garis depan penguasaan teknologi dan kemandirian ekonomi. Namun, ia mengingatkan, kemajuan itu tidak boleh mencabut akar budaya.
“Batam harus maju dalam ekonomi global tanpa meninggalkan identitas budaya Melayu sebagai jati diri,” tegasnya.
Visi tersebut diamini oleh Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Kehadirannya mempertegas komitmen pemimpin daerah untuk pembangunan yang inklusif, di mana infrastruktur modern berjalan beriringan dengan pelestarian adat dan budaya.
Acara yang turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, serta jajaran Forkopimda ini ditutup dengan pesan kebersamaan.
Baca juga: Dugaan Larangan Hijab di Sekolah Kallista Batam, Disdik Ingatkan SKB 3 Menteri
Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat, dari pelaku usaha hingga pekerja, untuk terus menjaga kondusivitas dan memperkuat sinergi. “Kota yang maju adalah hasil kerja keras dan kebersamaan seluruh warganya,” pungkasnya.
Pawai budaya ini menjadi simbol nyata bahwa di tengah dinamika ekonomi dan modernitas, Batam tetap berpegang pada tali kebhinekaan sebagai pondasi menuju masa depan yang lebih kompetitif.

Komentar Via Facebook :