Korban Jiwa Lagi! Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Lubang Proyek Batu Aji

Korban Jiwa Lagi! Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Lubang Proyek Batu Aji

Warga Saat Berusaha Membantu Korban Saat Dikeluarkan Dari Kolam Bekas Galian Proyek, Yang Berada di lahan Kosong Sebelah Kantor Lurah Kibing, Kecamatan Batu Aji Minggu (14/12) pagi. Foto : Dokumentasi Warga

Nurjali

Batam, Batamnews - Tangis pilu pecah di kediaman Arbaiyah, Tembesi Lestari, Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu, 14 Desember 2025 pagi. Putra semata wayangnya, Sholeh Fauzan (8), dibawa pulang oleh warga dalam keadaan tak bernyawa. 

Bocah itu tewas setelah tenggelam di lubang bekas galian proyek di lahan kosong sebelah Kantor Lurah Kibing, Batu Aji.

Saksi ibu korban, Arbaiyah, menuturkan Sholeh pamit berolahraga bersama teman-temannya sekitar pukul 06.30 WIB. Tidak lama kemudian, anak itu sempat pulang untuk meminta uang jajan pada kakaknya sebelum kembali bermain.

Baca juga: Warga Batam Dikeroyok dan Ditusuk Gunting Gara-gara Tak Kasih Uang ke Pengamen

Kecurigaan muncul sekitar pukul 10.15 WIB. Seorang warga, Marin Rambe, merasa aneh melihat anaknya pulang dengan wajah pucat dan ketakutan. Setelah didesak, sang anak mengaku temannya, Sholeh, tenggelam di kolam galian proyek tadi.

Marin segera menghubungi Zulmahdini dan bergegas ke lokasi. Saat tiba, sejumlah warga sudah berusaha mencarinya. Zulmahdini lalu menyelam ke dalam kolam yang kedalamannya sekitar dua meter.

"Kira-kira 10 meter dari tepi, kaki saya menyentuh tubuhnya yang terperangkap di dasar berlumpur," ujar Zulmahdini.

Sholeh berhasil dievakuasi dan diberikan pertolongan pertama. Karena kondisinya kritis, ia dilarikan ke RS Awal Bros Batu Aji. Namun, nyawanya tak tertolong. Sekitar pukul 11.45 WIB, dokter menyatakan Sholeh meninggal dunia.

"Dokter mengatakan nadi dan jantung sudah tidak merespons. Paru-paru penuh air dan lumpur," jelas seorang sumber di lokasi.

Kanit Reskrim Polsek Batu Aji, Iptu Andy Pakpahan, membenarkan insiden tersebut. Setelah meminta keterangan keluarga, pihak kepolisian menyatakan keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi.

Baca juga: Jalur Pendek, Uang Besar

"Keluarga menolak autopsi. Jenazah akan segera dimakamkan di pemakaman umum sore ini," kata Pakpahan.

Kejadian ini mencoret duka mendalam bagi keluarga dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengamanan lubang bekas galian proyek yang dibiarkan terbuka dan berbahaya di kawasan permukiman.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :