Respon Disnaker Usai Kematian Dwi Putri Jadi Alarm Keselamatan Kerja di Dunia Hiburan Malam Batam

Respon Disnaker Usai Kematian Dwi Putri Jadi Alarm Keselamatan Kerja di Dunia Hiburan Malam Batam

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Yudi. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Isu penting terkait perlunya standardisasi serta pelatihan keselamatan kerja bagi pekerja hiburan malam atau Lady Companion (LC) kembali mencuat ke ruang publik. Sorotan ini menguat setelah insiden tragis meninggalnya seorang calon pekerja hiburan malam, Dwi Putri, di Batam yang memantik keprihatinan luas dari masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Yudi, akhirnya angkat bicara. Ditemui awak media usai menghadiri kegiatan di BP Batam, Yudi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada program khusus dari Disnaker untuk pelatihan profesi LC atau pemandu karaoke.

Ia menjelaskan bahwa berbeda dengan daerah lain seperti Banyuwangi yang mulai mewacanakan pelatihan bagi pekerja hiburan malam, Pemerintah Kota Batam melalui Disnaker belum pernah menerima usulan resmi dari komunitas pekerja LC.

"Di kami (Disnaker Batam) belum ada pelatihan itu (LC). Juga belum pernah ada usulan, misalkan dari kawan-kawan pekerja meminta 'kami butuh pelatihan LC', itu belum ada," tegas Yudi kepada Batamnews.

Meski demikian, Yudi menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap tingginya risiko pekerjaan di sektor hiburan malam. Ia membuka ruang pembahasan jika ke depan hasil evaluasi lapangan menunjukkan bahwa pelatihan keselamatan kerja bagi LC memang sangat dibutuhkan.

"Tapi kalau memang itu kami evaluasi sangat membutuhkan, bisa saja ya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Yudi menegaskan bahwa jika urgensi tersebut terbukti demi melindungi para pekerja hiburan malam dari risiko kekerasan dan kecelakaan kerja, maka Disnaker Batam siap memfasilitasi pelatihan dengan menggandeng pihak ketiga yang kompeten.

"Kita cari LPK-nya (Lembaga Pelatihan Kerja) untuk pelatihan tersebut. Kalau memang betul-betul dibutuhkan di dalam industri tempat hiburan malam," tambahnya.

Isu pelatihan LC sendiri sebelumnya sempat menjadi perbincangan nasional setelah Banyuwangi meluncurkan program Tailor Made Training bagi pemandu lagu. Profesi LC secara resmi telah diakui dalam klasifikasi pekerjaan Kementerian Ketenagakerjaan sehingga dinilai layak mendapatkan pelatihan peningkatan keterampilan dan keselamatan kerja.

Di Banyuwangi, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) bahkan pernah memfasilitasi pelatihan bagi 16 pemandu lagu di salah satu rumah karaoke di Rogojampi. Pelatihan tersebut diberikan langsung di lokasi kerja berdasarkan pengajuan masyarakat setempat.

Sementara itu, Yudi juga memaparkan bahwa fokus utama anggaran pelatihan Disnaker Batam sepanjang tahun 2025 masih diarahkan pada sektor industri formal guna mendukung iklim investasi. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 3.409 pencari kerja telah mengikuti berbagai pelatihan keahlian.

Pelatihan tersebut meliputi operator forklift, teknik las dasar dan lanjutan, teknisi pendingin udara (AC), tata boga, hingga keterampilan menjahit.

"Untuk tahun 2026, Insya Allah anggarannya dan targetnya kurang lebih sama," pungkas Yudi.

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :