Diversifikasi Olahan Ikan di Bintan: Upaya Kreatif Turunkan Prevalensi Stunting ke 16,3%
Kegiatan cara mengolah ikan dengan lebih kreatif untuk turunkan stunting.
Bintan, Batamnews - Masyarakat Bintan berkumpul di Aula Kantor Bupati Bandar Seri Bentan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Mereka hadir untuk mempelajari cara mengolah ikan dengan lebih kreatif, pada Jumat, 5 Desember 2025.
Kegiatan ini digelar oleh Dinas Perikanan Kabupaten Bintan, dengan tujuan ganda: mengembangkan wirausaha dan mendorong konsumsi ikan untuk turunkan angka stunting.
Acara ini tidak sekadar teori. Ada demo masak yang menunjukkan bagaimana ikan bisa diolah menjadi berbagai hidangan yang menarik, bergizi, dan punya nilai jual. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penyerahan berbagai bantuan langsung.
Baca juga: "Terima Kasih Pak Polisi!" Ucapan Haru Lansia Jemaja Dikunjungi Tim Gabungan
Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Hafizha, hadir membuka acara. Ia menjelaskan bahwa ini adalah program rutin pemerintah daerah.
"Ikan itu gizinya tinggi sekali, sangat bagus untuk pertumbuhan anak. Tapi, kalau diolahnya itu-itu saja, keluarga dan anak-anak bisa bosan. Makanya, kita perlu kreatif," ujarnya.
Menurutnya, dengan beragam resep, keluarga bisa lebih sering menyajikan ikan di meja makan. Hafizha juga mengajak PKK di semua kecamatan untuk terus aktif mengingatkan pentingnya gizi seimbang. Upaya ini, katanya, sudah membuahkan hasil.
"Data tahun 2024 menunjukkan, stunting di Bintan turun dari 21,6% menjadi 16,3%. Ini tanda bahwa kerja sama kita membawa dampak baik," jelasnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat langsung dimanfaatkan, baik untuk menambah gizi keluarga maupun untuk mengembangkan usaha.
Dalam acara itu, Pemkab Bintan menyerahkan bantuan konkret yang menyasar tiga kelompok:
- Untuk Keluarga: Sebanyak 50 keluarga dari empat kecamatan mendapat Paket Gemarikan untuk meningkatkan konsumsi ikan bergizi di rumah.
- Untuk Pembudidaya: Sebanyak 10 kelompok pembudidaya ikan air tawar mendapat bantuan berupa paket budidaya. Isinya ribuan ekor benih ikan (seperti gurami, lele, mas, dan nila) serta puluhan ton pakan.
- Untuk Nelayan: Sebanyak 11 kelompok nelayan di empat kecamatan mendapat hibah alat tangkap. Bantuan berupa bubu, jaring ikan, dan jaring udang ini diberikan untuk mendukung mata pencaharian mereka.
Baca juga: Ketua Baru Kadin Batam 2025-2030: Utamakan Kolaborasi dengan Pemda untuk Dongkrak Investasi
Semua paket bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan penerima.
Dalam penutupannya, Hafizha mengajak semua pihak bersinergi. "Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya makanan bergizi. Dengan kerja sama, kita bisa wujudkan generasi Bintan yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :