96% Wilayah Laut, Kepri Rentan Pencemaran Minyak dari Kapal
Table Top Exercise National Marine Pollution Exercise (Marpolex) Tahun 2025.
Batam, Batamnews - Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengingatkan bahwa Provinsi Kepulauan Riau sangat rentan terhadap pencemaran laut.
Peringatan ini disampaikannya saat menghadiri Table Top Exercise National Marine Pollution Exercise (Marpolex) Tahun 2025 di Ballroom Aston Batam Hotel & Residence, Batam, pada Selasa, 18 November 2025. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana.
Nyanyang menjelaskan bahwa Kepri memiliki karakteristik maritim yang sangat kompleks. Lebih dari 96% wilayahnya adalah perairan, dan sebagian besar merupakan jalur pelayaran internasional yang strategis.
Baca juga: Kasus Kontainer Ilegal Berkembang: Penyidik Periksa Petugas Bea Cukai dan Bakal Susuli Pemberi Izin
Letaknya yang berada di choke point dunia, yaitu Selat Malaka, serta berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 1, menjadikan kawasan ini padat dengan lalu lintas kapal, aktivitas minyak dan gas, serta industri maritim lainnya. Kondisi ini meningkatkan kerentanan Kepri terhadap insiden pencemaran.
"Ancaman pencemaran, khususnya tumpahan minyak, sangat nyata di sini," tegas Wagub Nyanyang.
Secara akademis, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tumpahan minyak skala besar dapat merusak ekosistem perairan, mengganggu rantai makanan, serta menurunkan produktivitas masyarakat. Dampaknya bahkan bersifat jangka panjang dan memerlukan penanganan lintas sektor.
Oleh karena itu, latihan seperti Marpolex dinilai sangat relevan. "Ini bukan hanya sekadar memenuhi protokol nasional dalam tata kelola keselamatan laut, tetapi juga menjadi instrumen kebijakan yang memperkuat perlindungan lingkungan laut di tingkat regional," jelasnya.
Pelaksanaan Table Top Exercise (TTX) dalam Marpolex disebutkannya sebagai fase strategis. TTX memungkinkan simulasi skenario darurat secara sistematis dan berbasis kajian risiko.
Wagub Nyanyang juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri untuk terus melindungi lingkungan maritim dan meningkatkan kapasitas penanggulangan keadaan darurat.
Baca juga: 5 Kandidat Ketua DPD Golkar Kepri Bersaing Ketat, Ansar Ahmad: Saya Lepas ke Mekanisme Musda
Marpolex 2025 merupakan latihan bersama penanggulangan tumpahan minyak di tingkat nasional.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Koarmada I/IV Batam, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, BP Batam, Pemerintah Kota Batam, serta perwakilan dari instansi terkait lainnya.
Komentar Via Facebook :