Pembangunan Pasar Induk Jodoh Dikebut, Pemko Batam Gandeng Swasta Tanpa Keluarkan APBD

Pembangunan Pasar Induk Jodoh Dikebut, Pemko Batam Gandeng Swasta Tanpa Keluarkan APBD

Rapat pemaparan rencana tender KSP BMD Pasar Induk Jodoh.

Nurjali

Batam, Batamnews - Pemerintah Kota (Pemko) Batam memilih skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Daerah (BMD) untuk mewujudkan pembangunan Pasar Induk Jodoh di Tanjung Uma, Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 

Langkah strategis ini diyakini dapat mempercepat penyediaan infrastruktur publik tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, secara langsung memimpin rapat pemaparan rencana tender KSP BMD, Selasa, 11 November 2025. Rapat yang digelar di Kantor Wali Kota Batam ini menegaskan komitmen Pemko Batam untuk segera merealisasikan pasar induk yang telah lama dinantikan.

Baca juga: Polisi Singapura Tangkap 8 Kru Kapal Tongkang, Satu Warga Indonesia Terkait Penyelundupan

"Hal ini dipandang sebagai solusi efektif untuk mempercepat penyediaan infrastruktur publik tanpa membebani APBD, sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tegas Firmansyah dalam rapat.

Dalam skema ini, Firmansyah menjelaskan, pembangunan dan pengelolaan pasar sepenuhnya akan dilakukan oleh mitra swasta. Pemko Batam tidak mengalihkan hak kepemilikan tanah dan tidak mengeluarkan anggaran.

Sebaliknya, pemerintah justru akan mendapatkan manfaat finansial. Manfaat tersebut berupa kontribusi tetap dan pembagian keuntungan setiap tahun. Selain itu, seluruh bangunan hasil kerja sama akan menjadi aset Pemko Batam setelah jangka waktu kerjasama 30 tahun berakhir.

Firmansyah memberikan arahan ketat kepada seluruh panitia tender. Ia menekankan pentingnya ketelitian, kepatuhan aturan, dan profesionalisme dalam setiap tahapan.

“Panitia harus benar-benar fokus dan detail dalam mempersiapkan segala hal. Jangan bermain-main. Bekerjalah secara optimal dan profesional agar hasilnya maksimal,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, pembangunan Pasar Induk Jodoh tidak hanya berfokus pada aspek fungsional, tetapi juga memperhatikan nilai estetika dan tata ruang kota. Pasar baru ini diharapkan dapat mengatasi persoalan kekumuhan yang selama ini melekat di kawasan Jodoh.

“Dengan niat baik dan semangat kolaborasi, kita berharap pasar induk yang telah lama diimpikan dapat terwujud di era kepemimpinan Amsakar-Li Claudia,” ujar Firmansyah.

Baca juga: Kepri Art & Culture International 2025 Digelar, Usung "Spirit of Malay"

Secara teknis, panitia melaporkan bahwa proses tender KSP BMD Pasar Induk Jodoh akan melewati 13 tahapan. Pengumuman resmi pertama rencananya akan dilaksanakan pada Rabu, 12 November 2025, disusul pengumuman kedua pada Kamis, 13 November 2025.

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat terkait, termasuk Kepala BPKAD Abdul Malik, serta perwakilan dari Inspektorat Daerah, Dinas Kominfo, Disperindag, Dinas Koperasi dan UKM, Kecamatan Lubukbaja, dan panitia pemilihan kerja sama.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :